Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Hamzah Fansuri

ED
Jumat, 15 April 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Hamzah Fansuri

Hapuskan akal dan rasamu,

Lenyapkan badan dan nyawamu.

Pejamkan hendak kedua matamu,

Di sana kau lihat permai rupamu.

 

Hamzah Fansuri menjelaskan bahwa syair ini dipergunakan sebagai metode latihan sufi yang dimulai dengan “hapuskanlah akal dan rasamu”, yang berarti suatu cara untuk menuju kepada kondisi “tidak berpikir”, yang menurutnya merupakan kondisi yang berada pada kesadaran murni atau kesadaran Ilahi. Untuk mencapai kondisi “No-Mind” itu, maka seorang sufi harus “lenyapkan badan dan nyawamu”. Yang berarti melepaskan keterikatan terhadap tubuh dan berbagai pemikiran serta nafsu. Setelah itu barulah sang sufi memejamkan kedua mata inderawinya, untuk mengaktifkan “mata ruhaninya”.  Itulah cara melihat jati diri yang senantiasa berada dalam kondisi permai, bahagia yang abadi - inti dari tafakur atau meditasi menurut Hamzah Fansuri. Seperti yang pernah ditulis oleh Ahmad Yulden Erwin, dalam artikelnya yang berjudul “Seorang Sufi dari Aceh pada Abad 17”.

Karel Steenbrink, mengatakan Fansuri memiliki kecenderungan kuat untuk memahami doktrin Islam melalui kaca mata mistik (sufi). Kecenderungan ini menyebabkan orang menyimpulkan bahwa Hamzah Fansuri adalah penganjur ajaran Panteisme atau Wahdatul Wujud. Kunci ajaran itu adalah menekankan eksistensi Tuhan sebagai satu-satunya yang nyata.  Berikut adalah syair Hamzah dari petikan kitab Al-Muntahi (Naskah Leiden no. 7291, III):

Bahawa ada kekasihku, tubuh dan nyawa rupanya jua,

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.