SKETSA | Google
11 Juli 2005, Google diam-diam mengakuisisi Android Inc. seharga $ 50 juta. Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White menciptakan Android pada tahun 2003, bertujuan untuk mengembangkan OS untuk perangkat smartphone berkamera. Rubin dan perusahaan rintisannya mampu menawarkan tipe baru sistem operasi seluler: platform open source yang sederhana dan fungsional, dilengkapi dengan tools yang dirancang untuk mempermudah hidup para pengembang software. Mereka akhirnya menjadikan Android sebagai sistem yang gratis bagi siapa saja yang ingin menggunakannya. Hal ini yang menyebabkan Larry Page dan Sergey Brin terjun langsung ke proyek Android ini.
Google juga membeli YouTube, layanan berbagi video pada tahun 2006 seharga $ 1,65 Miliar tetapi dianggap sebagai risiko besar karena YouTube penuh dengan konten unggahan tanpa izin dan menghadapi kemungkinan tuntutan hukum hak cipta. Namun Google secara terampil membalikkan keadaan ini dengan menegosiasikan kontrak pada pemilik konten dan memperkenalkan kebijakan penghapusan konten video yang bukan miliknya. Akibatnya, YouTube berkembang pesat dan sekarang menghasilkan miliaran dolar setiap tahun (Google tidak pernah secara resmi mengumumkan pendapatan YouTube).
Google juga mengakuisisi Where 2 Technologies, perusahaan milik dua orang Denmark yang bersaudara, pada tahun 2004. Google juga mengakuisisi perusahaan serupa lainnya, Keyhole, pada bulan yang sama, yang kemudian digunakan untuk membuat Google Earth dan menambahkan fitur ke Google Maps. Google Maps diluncurkan pada tahun 2005 dengan menggunakan citra satelit, sehingga banyak membantu ketika terjadi Badai Katrina. Aplikasi GPS diluncurkan pada tahun 2007 dan menjadi bagian dari Android pada tahun 2008. Di tahun 2008, Google menyewa jasa beberapa pengembang Mozilla Firefox untuk membangun Google Chrome. Google Chrome secara resmi diluncurkan pada tanggal 2 September 2008 untuk Windows XP.
Meskipun Google telah merilis lebih dari 250 jenis produk hingga saat ini, mereka tidak pernah bosan untuk bereksperimen. Mereka menghargai kegagalan dan mengaitkannya dengan kesuksesan Google ke depan. Untuk memperkaya fitur Google, mereka telah membunuh 16 aplikasi saingan sejenis yang ada di market, dan menyetop 151 layanan yang tidak berguna. Google bangga dengan pendekatannya terhadap kegagalan, dengan cara merangkul dan menggunakannya. Mereka tidak membiarkan semua uang dan usaha yang diinvestasikan menjadi sia-sia. Mereka telah menciptakan proses untuk mendokumentasikan dan belajar dari kesalahan. Metode pendokumentasian ini membantu mereka agar terus maju dengan mengidentifikasi masalah yang paling krusial dari produk mereka. Serta membuat catatan tentang apa yang berjalan dengan baik dan apa yang salah. Hal ini meningkatkan produktivitas dan menopang pertumbuhan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!