SKETSA | Goenawan Mohamad
Tetapi ada yang konsisten dari pemikiran GM, yaitu soal ketidaksetujuannya atas pembagian yang rigid dari segala sesuatu, yaitu klasifikasi normatif. Keinginannya untuk meraih liyan (the other) sebagai bagian dari sistem kehidupan, kecintaanya pada puisi dan bahasa, kesukaannya menggambar (dan berkembang menjadi melukis), penolakannya atas penindasan manusia dan penjajahan suatu bangsa, penolakannya pada realisme dalam seni rupa (walau dalam hal ini ia kadang-kadang ambigu), dan gayanya yang mendongeng (story telling) dalam menulis.
Tetapi kalau mengenalnya secara langsung, maka GM lebih sering lucu ketimbang serius. Dan kita harus hati-hati kalau bercakap-cakap dengannya, jangan sampai tertipu - kita sangka ia lagi ngomong beneran padahal sebenarnya sedang berseloroh. Ia juga tidak terlalu suka berfoto bareng (kadang-kadang suka juga). Dalam memilih makanan ia tidak suka makanan tertentu (keju, hamburger, pisang bertabur coklat, Starbucks, bebek), tetapi suka pada gorengan dan makanan murahan - sehingga ia pernah kurang gizi. Akhir-akhir ini ia sering dikawal istrinya kalau sedang bepergian, sehingga mendapat makan teratur, dan akibatnya sedikit gemuk. Di umur 81 tahun saat ini, ia terlihat luar biasa, masih berkarya, menulis, dan akhir-akhir ini sedang asik belajar membuat grafis di Bandung dan Ubud. Selamat ke Jepang, GM, jangan lupa nraktir kalau sudah kembali ke Jakarta.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!