SKETSA | Goenawan Mohamad
Oleh Syakieb Sungkar
TANGGAL 18 Oktober 2022 nanti, Goenawan Mohamad akan menerima hadiah penghargaan dari Japan Foundation di Tokyo. Sebuah penghargaan prestisius yang hanya didapat oleh sedikit orang terpilih, karena karyanya dan prestasinya selama ini, serta sumbangsihnya untuk kemanusiaan, seperti Haruki Murakami, yang pernah mendapat hadiah yang sama. Ia lebih senang dipanggil Mas Goen, bukannya Pak Goen. Katanya panggilan Mas dan Mbak terasa egaliter, mirip panggilan Bung di zaman perang kemerdekaan. Tetapi lingkaran terdekatnya, rekan kerja, dan anak buahnya lebih sering memanggilnya GM saja, sebuah inisial yang berasal dari majalah Tempo ketika ia masih pemimpin redaksi di sana.
Saya sendiri mempunyai sejarah yang panjang dalam urusan GM ini. Sejak SMA saya sering membaca Catatan Pinggir dari majalah Tempo yang dibeli ayah saya. Waktu itu pengertian saya atas isi Catatan Pinggir tidak terserap keseluruhannya, bahkan mungkin kurang dari 50%. Walau tidak begitu mudeng ketika itu, tetapi saya tetap saja membandel untuk terus membaca. Hal itu dapat terjadi karena saya lebih menikmati keindahan bahasanya ketimbang maksudnya.
Di masa kuliah, saya mempunyai kelompok baca yang membahas buku-buku baru. Biasanya buku yang baru diterbitkan Mizan atau Pustaka Salman. Kadang-kadang pertemuan itu membahas Catatan Pinggir atau Caping yang baru terbit. Berbeda dengan ketika masih SMA, membaca Caping ketika sudah kuliah dengan cara membedah kalimatnya satu-persatu, sehingga jelas ide-ide yang tercantum di dalamnya.
Hasil dari diskusi seingat saya adalah sebuah kekesalan atas ketidakkonsistenan dalam ide-ide Caping. Belum lagi kalau dilakukan komparasi antara satu Caping dengan Caping lainnya, pendapatnya terus berubah-ubah, sudut pandangnya berbeda, tidak ada kepastian. "Kepastian" adalah suatu kebutuhan anak-anak muda yang baru getol-getolnya membaca ketika itu. Caping juga menimbulkan ‘kemarahan’ karena ide-idenya sering dibalut dengan kalimat ambigu, yang bisa menimbulkan makna ganda. Sehingga tidak ada “satu tafsir” atas Caping yang baru muncul. Walau Caping terasa ‘mengecewakan’ tetapi kemunculannya selalu ditunggu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!