Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

SKETSA | Goenawan Mohamad

ED
Kamis, 13 Oktober 2022 | 08:25 WIB
Bagikan
SKETSA | Goenawan Mohamad

Di kemudian hari, ketika sudah dewasa, setelah saya sering bertemu GM, saya menjadi paham mengapa Caping ditulis seperti itu. Suatu gaya penulisan yang sesuai dengan pribadi GM itu sendiri. Seorang yang berpikiran terbuka namun selalu mengkritisi dan mencurigai pendapat-pendapat yang sering kita anggap hebat itu. Misalnya ketika ia mengkritisi Takdir Alisyahbana, Samuel Hutington, dan puisi para penyair Lekra (kecuali Agam Wispi).

Saya kemudian sekolah filsafat untuk ‘mengejar’ ilmunya GM. Karena sebelumnya cara saya mempelajari filsafat tidak mempunyai sistematika, melalui baca buku yang meloncat-loncat dan tidak tahu koneksinya satu sama lain. Belajar filsafat dengan masuk STF (Sekolah Tinggi Filsafat) Driyarkara membuat saya mengerti pemikiran filsafat dalam konteks waktu dan perkembangan sejarah ide itu sendiri. STF membuat saya melihat pemikiran filsuf mempunyai posisi seperti pada bidang-bidang catur. Ibarat kotak catur itu mempunyai sumbu horisontal sebagai garis waktu sejak abad sebelum Masehi sampai sekarang, dan sumbu vertikal yang berisi perkembangan ide dari seorang filsuf beserta pengaruhnya kepada filsuf-filsuf lain yang lebih muda. Demikian pula pemikiran seorang filsuf dapat dipetakan dari awal sampai ia mati, karena seringkali pemikirannya berubah, bahkan bertentangan dengan pemikirannya terdahulu.

Dari filsafat saya memahami bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini, semuanya menjadi relatif dan akan berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Kebenaran merupakan suatu kemewahan bagi dunia yang kacau ini, dan nyaris tidak ada, atau bergantung menurut siapa. Sehingga dapat dipahami mengapa GM terasa fleksibel dalam Capingnya. Tidak ada yang pasti, yang pasti adalah perubahan itu sendiri. Demikian pula soal kalimat yang multi tafsir, memang semuanya terasa terbuka, tergantung persepsi pembacanya, dengan itu suatu pernyataan menjadi tahan lama, karena maknanya menjadi tidak sempit. Sering kali sekumpulan kalimat yang dibuatnya lebih sebagai kesan liris ketimbang pernyataan tegas.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.