SKETSA | G 20
Oleh Syakieb Sungkar
G20 adalah forum antar Pemerintah yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa (UE). Ia bekerja untuk mengatasi masalah-masalah utama yang terkait dengan ekonomi global, seperti stabilitas keuangan internasional, mitigasi perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan. G20 terdiri atas negara-negara yang mempunyai ekonomi terbesar di dunia, negara-negara industri dan negara berkembang. Negara-negara itu menyumbang sekitar 90% dari PDB (produk dunia bruto), 75–80% dari perdagangan internasional, dua pertiga dari populasi global, dan luasnya kira-kira setengah dari daratan dunia.
G20 didirikan pada tahun 1999 sebagai tanggapan atas krisis ekonomi dunia. Sejak 2008, telah diadakan pertemuan puncak setiap tahun yang melibatkan kepala pemerintahan, Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, dan pejabat tinggi lainnya. Sedangkan Uni Eropa diwakili oleh Komisi Eropa dan Bank Sentral Eropa. Pada KTT 2009, G20 mendeklarasikan dirinya sebagai tempat utama untuk kerjasama ekonomi dan keuangan internasional. Fokus utama G20 adalah tata kelola ekonomi global. Tema KTT bervariasi dari tahun ke tahun. Misalnya, membangun dan mempertahankan kesejahteraan, reformasi untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan, energi global dan pasar komoditas sumber daya, reformasi Bank Dunia dan IMF, serta dampak perubahan demografi akibat populasi dunia yang menua. G20 membagi dirinya atas 5 grup yang didasarkan pada kedekatan kawasan, kecuali grup 1 dan 2:
Gambar 1 – Pembagian grup dalam G20 (sumber: G20 2015 Turkey).
Setiap tahun ketua G20 dipilih dengan mengambil negara salah satu anggota grup yang sedang mendapat giliran. Tahun ini yang mendapat giliran adalah Grup 5, dan Indonesia terpilih mewakili grup. Tahun lalu adalah Grup 4 yang mendapat giliran, dan pemimpin terpilihnya adalah Italia. Tahun depan adalah giliran Grup 1, di mana di antara grup tersebut harus memilih salah satu negara sebagai representasi Grup 1. Akan seru kalau pemimpin terpilihnya adalah Amerika, sehingga forum G20 tahun depan menjadi forum pembalasan dendam Amerika terhadap Rusia. Besar kemungkinan Rusia tidak akan diundang kalau pemimpinnya Amerika.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!