SKETSA | G 20
Bagaimanapun Indonesia sudah menjadi negara yang membanggakan dalam G20. Kita dapat melihat GDP Indonesia 3.530.329 juta US$, sudah mengalahkan Inggris yang GDP-nya 3.276.143 juta US$, dan hanya beda tipis dengan Rusia yang 4.447.477 juta US$. Masalahnya adalah mereka penduduknya sedikit jadi pendapatan per kapitanya jauh lebih besar, bisa 2 sampai 3 kali dari Indonesia. Artinya, penduduk mereka lebih makmur. Negeri yang penduduknya banyak, seperti India misalnya, pendapatan per kapitanya hanya setengah dari orang Indonesia. Tetapi orang India walaupun hidupnya lebih susah dari orang Indonesia, mereka tak mudah sedih, karena mereka selalu siap berjoget begitu bertemu tiang atau batang pohon. Sebaliknya, orang Indonesia mudah sekali marah akhir-akhir ini, sebentar-sebentar ingin demo.
Akan menjadi pertanyaan besar apakah G20 akan terus dilaksanakan dengan kondisi yang seperti ini, di mana Amerika dan mungkin negara-negara Eropa tidak mau datang. Kalau Amerika bisa membujuk Canada dan Australia ikut memboikot, maka yang mau datang ke Bali cuma 12 negara saja, termasuk Indonesia. Sehingga namanya bukan G20 lagi tapi G12. Kalau sudah begitu akhirnya G20 akan ditunda sampai Perang Ukraina usai. Tetapi kasian ya panitia penyambutan yang sudah latihan tari, sudah sungguh-sungguh latihannya ternyata tamunya tidak datang. Brengsek benar Amerika kalau begitu.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!