SKETSA | Bjorka

ED
Jumat, 16 September 2022 | 11:31 WIB
Bagikan
SKETSA | Bjorka

Kedua contoh tadi merupakan pengutilan kecil-kecilan para Hacker. Ia bisa saja mencuri uang yang sungguh bernilai besar pada prakteknya, sehingga menjadi kriminal beneran. Tetapi Hacker Bjorka nampaknya tidak bermaksud mencari keuntungan finansial dari ulahnya itu. Ia lebih menggunakan isu hacker itu sebagai tujuan politis. Hal-hal yang tidak disukainya, seperti kebijakan Menteri Kominfo yang mengancam akan memblokir penyelenggara sistem elektronik (PSE) seperti Google, Facebook, Instagram, karena belum mendaftar ke instansinya. Mereka enggan mendaftar karena langkah berikutnya adalah Kominfo akan meminta mereka melaporkan transaksi bisnis yang dilakukannya di Indonesia, berapa pendapatannya dari biaya pemasangan iklan selama mereka beroperasi disini, dan seterusnya. Yang pada akhirnya Departemen Keuangan akan memajaki PSE tersebut.

Menkominfo ini juga suka mengeluarkan pernyataan yang aneh seperti ia mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan dalam membagikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data pribadi lainnya kepada pihak yang tidak berkepentingan. Masalahnya sebagai warga negara, kita diwajibkan mengisi berbagai macam form seperti Aplikasi Peduli Lindungi, Pajak, dan lain-lain. Sementara data-data itu sudah dibocorkan Hacker sekarang ini. Apakah yang dimaksud oleh Johnny G. Plate bahwa kita harus menolak apabila diminta negara menyerahkan data NIK pada KTP kita karena nanti akan dibobol oleh para Hacker? Bukankah sudah seharusnya tugas Menkominfo menjaga kerahasiaan data warganya untuk tidak dibobol? Mengapa rakyat harus menjaga datanya sendiri yang sudah diminta diserahkan kepada negara? Saya rasa disitulah konteks kejailan Hacker Bjorka mengapa ia akhir-akhir ini merusuhi dan mempertanyakan kompetensi Johnny G. Plate sebagai Menkominfo.

Selain menyebarkan data pribadi, Bjorka juga kerap memberi sindirian terhadap sejumlah pejabat, seperti Puan Maharani, Erick Thohir, Luhut Pandjaitan, dan influencer Denny Siregar. Bjorka pernah mengaku bahwa dirinya berdomisili di Warsawa Polandia dan memiliki teman asal Indonesia. Namun temannya itu tidak berstatus sebagai WNI karena kebijakan tahun 1965, meski sebenarnya ingin kembali ke Indonesia. “Saya punya teman orang Indonesia yang baik di Warsawa, dan dia bercerita banyak tentang betapa kacaunya Indonesia. Aku melakukan ini untuknya,” ujar Bjorka dalam bahasa Inggris, pada Minggu 11 September 2022. Kata-katanya dibuat dalam bahasa Inggris yang baik dan tertata rapi, mengisyaratkan bahwa ia menulis dulu dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke Inggris melalui Google Translate.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.