SKETSA | Benturan Peradaban (VI)
Terlihat isu terorisme yang dihubungkan dengan Islam merupakan salah satu agenda perang terhadap dunia Muslim. Fuad Fanani memandang isu terorisme ini sendiri merupakan suatu bentuk pembenaran dari teori Clash of Civilization yang sangat dipengaruhi oleh hubungan Barat dan Islam, yang telah dibahas sebelumnya. Umat Islam digambarkan sebagai pelaku terorisme sementara Amerika dan sekutunya selalu digambarkan sebagai pahlawan yang melawan terorisme. Sebagaimana frame yang dikembangkan melalui media informasi. Media Barat pasca tragedi 9/11 memiliki peran aktif dalam dalam membentuk dan mengembangkan persepsi terkait Islam dan terorisme.
Kritik Atas Benturan Huntington
Peradaban biasanya didefinisikan sebagai suatu masyarakat manusia yang organisasi sosialnya sudah berkembang sedemikian rupa sehingga mempunyai pandangan hidup untuk membentuk suatu masyarakat atau negara harmonis yang sejahtera, berbudaya dan berkembang maju. Setelah tamat membaca buku Huntington yang tebalnya 653 halaman itu, terbersit pertanyaan apa yang dimaksud dengan “Peradaban” menurut Huntington. Nampaknya Huntington lebih menitikberatkan peradaban sebagai kekuatan (power) ketimbang sebagai suatu ciri masyarakat manusia yang mempunyai kesamaan etnis, budaya, bahasa, agama, dan pandangan hidup. Hal itu dapat dilihat ketika ia menilai Afrika bukanlah sebagai peradaban, peradaban Amerika Latin derajatnya lebih rendah dari peradaban Barat, peradaban Rusia bukanlah peradaban Barat. Hal yang sama terjadi ketika ia memasukkan Indonesia ke dalam negara-negara yang terpisahkan oleh garis persinggungan sivilisasional, setara dengan Sri Lanka dan Ethiopia, yang rawan terpecah karena adanya dua peradaban berbeda: Islam dan Kristen. Huntington juga tidak memperhatikan secara antropologis faktor-faktor apa saja yang membentuk suatu peradaban. Hal itu terlihat ketika ia memasukkan Korea sebagai bagian dari peradaban Cina ketimbang Jepang. Bagaimanapun, Cina – Korea – Jepang merupakan bagian dari peradaban yang sama. Namun Huntington memisahkan Jepang dengan Cina sebagai peradaban yang terpisah, bukan karena etnitas atau budaya, melainkan karena kekuatan atau powernya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!