"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026

SKETSA | Bali

ED
Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB
Bagikan
SKETSA | Bali

Jean mengusulkan adanya semacam perlindungan kepada para pekerja di Bali. Atau semacam moratorium agar para pendatang dibatasi. Walau ia menyadari bahwa keinginan itu hanya sebatas mimpi, karena mengganggu kebhinekaan Indonesia. Dalam pengamatan saya, banyak investor lebih suka merekrut para pekerja dari Jawa karena produktivitasnya lebih tinggi. Hal itu dapat terjadi karena sistem yang ada pada masyarakat Bali yang tinggi dalam hal gotong royong dan kegiatan upacara. Artinya seorang pekerja akan banyak mengajukan libur karena harus berpartisipasi dalam kegiatan pura di desanya. Untuk itu ada baiknya dibuatkan sistem kuota, misalnya sebuah hotel atau kantor harus merekrut persentase tertentu bagi pekerja lokal.

Setelah 77 tahun Indonesia merdeka, nampaknya tidak ada satu pun Grand Design yang mengatur perekonomian serta pembangunan di Bali. Bali tidak pernah dipikirkan untuk dapat mandiri secara ekonomi. Pulau itu sangat bergantung pada pendatang. Jusuf Kala pernah membuat program agar orang banyak berlibur meramaikan Bali, dengan cara meluruskan hari libur kejepit sehingga waktu rekreasi menjadi lebih panjang. Namun untuk urusan pertanian misalnya, tidak pernah ada perhitungan berapa luas lahan yang dibutuhkan untuk padi sehingga orang Bali dapat cukup makan tanpa mengimpor beras dari luar. Atau, mengapa sampai sekarang Bali masih mengimpor pisang (yang banyak dibutuhkan untuk sesaji). Namun di sisi lain, Bali dapat memproduksi wine, artinya ia surplus anggur tetapi kurang pisang. Sepertinya ada mismatch di sini. Jean menyalahkan pada kapitalisme sebagai biang keladinya. Tetapi ia buru-buru mengatakan kapitalisme tidak selalu jelek, setidaknya ia mengajarkan kebebasan dan kemandirian yang terasa dalam gerak mandiri wanita Bali sekarang ini.

Grand Design yang saya maksud dapat kita bandingkan bagaimana Korea Selatan membangun Pulau Cheju, tempat rekreasi yang mirip Bali. Pulau itu didesign sedemikian rupa sehingga ada zonasi untuk para pendatang bisa berhura-hura di restoran, bar dan night club. Ada zonasi yang hutannya tidak boleh dirusak, ada juga zonasi untuk para nelayan yang tidak boleh diganggu turis dan kapal-kapal pelancong, sehingga penduduknya aman mencari makan. Seandainya Bali dapat dibuat secara demikian, misalnya bebas membangun di Kuta. Bisa saja di Kuta dikembangkan semacam Dufan atau banyak mall seperti Jakarta. Denpasar dikonsentrasikan sebagai perkantoran, sementara Ubud jangan diganggu, biarkan ia menjadi desa para seniman dan craft. Jimbaran untuk nelayan, dan sebagainya. Artinya, pembangunan harus diatur. Hal ini baik untuk menjaga keindahan, dan rakyat Bali bisa menjadi lebih makmur.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.