Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Al Aqsa

ED
Kamis, 28 April 2022 | 06:03 WIB
Bagikan
SKETSA | Al Aqsa

Perjalanan ke Israel saya lakukan satu bulan kemudian. Karena tidak ada rute pesawat langsung dari Singapura ke Israel, maka saya harus transit dulu ke Italia. Di Italia ternyata saya diinterogasi lagi oleh orang-orang Israel yang berpostur dan berbusana sama, dengan pertanyaan serupa yang juga berulang-ulang. Namun ditambah bonus, seluruh barang-barang saya dimasukkan ke dalam X-ray yang lebih presisi. Ternyata ada masalah pada sepatu saya. Sepatu saya merek Zarra yang juga buatan Israel. Pada bagian tengah sol, ada potongan kecil besi untuk mengidentifikasi nomor seri sepatu produk mereka. Nomor tersebut terbaca melalui X-ray. Hal itu juga untuk menjamin keaslian produk Zarra. Orang-orang Israel kemudian menelpon Zarra untuk mengkonfirmasi apakah potongan besi itu datang dari pabriknya. Setelah Zarra menjelaskan, barulah saya boleh terbang ke Israel, tanpa membongkar sol sepatu. Cara pemeriksaan orang Israel itu demikian ketat dan profesional, dapat dibandingkan mutunya dengan tentara Palestina kumal yang menjaga Al Aqsa.

Setelah urusan selesai dengan Amdocs, saya dibawa jalan-jalan menuju West Bank dan berakhir di kota Yarusalem. Sebelum mampir ke Al Aqsa saya diajak berkunjung ke Museum Seni Israel yang didepan halamannya ada patung Henry Moore ukuran raksasa. Hal itu memperlihatkan betapa kaya negeri Israel yang mempunyai koleksi karya berharga dari modern art. West Bank membagi tanah menjadi dua bagian, di sebelah kiri adalah tanah orang Palestina yang merah kering kerontang, sementara di sebelah kanan adalah tanah orang Israel yang hijau royo-royo ditumbuhi anggur, zaitun, labu, kubis, tomat, paprika, dan macam-macam sayur mayur yang diekspor ke Eropa. Karena produksi pertaniannya surplus. Mengapa bisa begitu? Palestina tidak menanami apapun dengan alasan tanahnya gersang sedang tanah tetangganya terlihat subur makmur. Dunia tidak adil bukan? Ternyata orang Israel menanam lembaran plastik di bawah akar tanaman agar air tidak menyerap masuk ke bumi. Mereka pun melakukan rekayasa teknologi agar pohonnya cepat berbuah dan rasanya lebih manis. Di samping mereka jago membuat pupuk. Kenapa Palestina tidak melakukan hal yang sama? Kata teman saya itu orang Palestina malas kerja, maunya perang melulu. Kalau Palestina mau koperatif maka Israel akan siap sedia mengajarkan orang Palestina untuk berkebun. Jika orang Palestina lebih suka bertani ketimbang berperang, maka Israel pun merasa aman. Hal itu membawa dimensi lain dalam pandangan saya soal perang Palestina dengan Israel. Apakah mungkin Palestina berdamai dengan Israel agar rakyatnya bisa cukup makan dan sejahtera?.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.