Al Aqsa dan Taliban Jadi Bahan Pembicaraan Serius Menlu Turki dan Rekan-rekan Teluk Lainnya
VISI.NEWS | TURKI - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu, mengadakan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Abdullah bin Zayed bin Sultan Al Nahyan pada hari Selasa dan dengan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani pada hari Rabu.
Kedua menteri membahas situasi di Afghanistan dan Masjid Al-Aqsa, kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.
Kementerian tersebut mengatakan Çavuşoğlu dan Sheikh Mohammed berbicara tentang "penggerebekan" di Masjid Al-Aqsa pada hari Selasa. Mereka juga membahas larangan Taliban terhadap akses pendidikan untuk anak perempuan dan berbagi keprihatinan tentang pengucilan perempuan dari lembaga masyarakat sipil dan organisasi kemanusiaan nasional dan internasional.
Çavuşoğlu menegaskan kembali seruan Turki untuk pencabutan larangan pendidikan di Afghanistan dan menyoroti pentingnya upaya sinkronisasi, khususnya melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Sementara itu, Sheikh Mohammed menegaskan pelarangan pendidikan anak perempuan dan pelarangan perempuan bekerja di lembaga swadaya masyarakat (LSM) melanggar hak asasi manusia. Dia mengatakan Islam mementingkan wanita, memberi mereka keistimewaan dan melindungi hak-hak mereka.
Dia menggarisbawahi pentingnya kebutuhan untuk melindungi hak-hak perempuan dan akses penuh dan setara bagi perempuan dan anak perempuan untuk akses ke kehidupan publik.
Kedua menteri juga menegaskan kembali kecaman mereka atas penyerbuan menteri Israel ke Masjid Al-Aqsa. Mereka menekankan pentingnya kerja sama melawan tindakan yang tidak dapat diterima terhadap situs keagamaan dan melindungi status situs keagamaan di Yerusalem.
Mereka menyoroti perlunya perlindungan penuh Al-Aqsa dan penghentian pelanggaran serius dan provokatif terhadapnya. Mereka meminta otoritas Israel untuk memenuhi tanggung jawab mereka untuk mengurangi eskalasi dan ketidakstabilan di wilayah tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!