Silaturahmi LTN NU Kab. Bandung, Ustadz Akbar Paparkan Islam Nusantara

ED
Kamis, 18 Juli 2024 | 06:16 WIB
Bagikan
Silaturahmi LTN NU Kab. Bandung, Ustadz Akbar Paparkan Islam Nusantara

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Ustadz Kawangi Akbar, S.H., bercerita bahwa dalam sebuah pertemuan dengan salah satu anggota Garnisun, ada lontaran kalimat yang membuatnya terhenyak, "Apa itu Islam Nusantara? Menyimpang dari ajaran Islam!".

Ustadz yang biasa melanglang buana dalam menyampaikan ceramahnya itu mengaku kaget. "Saya terus terang kaget. Ada orang di institusi pertahanan yang belum paham Islam Nusantara," ungkapnya saat silaturrahmi jajaran pengurus Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Bandung di Baleendah, Rabu (17/7/2024) malam.

"Ini berbahaya kalau sampai lembaga seperti TNI dan Polri tidak paham mengenai Islam Nusantara di tengah situasi yang penuh ancaman dari Islam Transnasional yang akan mengancam keutuhan NKRI," ungkap pengurus di lembaga PCNU Kab. Bandung ini.

Islam Nusantara, kata Ustadz Akbar, konsep yang diperkenalkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 2015. "Konsep ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan untuk mengembangkan bentuk Islam yang sesuai dengan budaya dan adat istiadat lokal di Indonesia," ungkapnya.

Beberapa alasan utama di balik munculnya Islam Nusantara, kata Akbar, antara lain kontekstualisasi dan indigenisasi, penolakan terhadap radikalisme, sejarah penyebaran Islam di Indonesia, dan dukungan pemerintah.

Kontekstualisasi dan Indigenisasi, katanya bahwa Islam Nusantara berusaha untuk menafsirkan ajaran Islam dengan mempertimbangkan konteks budaya dan sosial masyarakat Indonesia. "Ini berarti bahwa praktik dan ajaran Islam disesuaikan dengan tradisi lokal tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar Islam," jelasnya.

Penolakan terhadap radikalisme, ujarnya lebih lanjut, salah satu tujuan utama dari Islam Nusantara adalah untuk menolak bentuk-bentuk Islam yang radikal dan ekstremis yang sering kali diimpor dari Timur Tengah. "Islam Nusantara menekankan pentingnya moderasi dan toleransi dalam beragama, untuk membendung serangan dari Islam transnasional yang akan memecah belah bangsa Indonesia melalui pemecahbelahan paham keislaman," jelasnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.