AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026

Sidak SPPG Kencong, Pengelolaan Limbah Jadi Sorotan

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Senin, 8 Juni 2026 | 22:18 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS | JEMBER – Satgas Tim 12 bersama Muspika Kecamatan Kencong, kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Senin (8/6/2026).

Kegiatan supervisi ini merupakan tindak lanjut dari monitoring sebelumnya guna memastikan seluruh rekomendasi perbaikan telah dijalankan oleh pengelola SPPG dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sidak dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada para penerima manfaat berjalan sesuai standar keamanan pangan, higiene sanitasi, kesehatan lingkungan, serta pengelolaan limbah yang baik. Tim meninjau langsung kondisi dapur, kebersihan lingkungan, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga kelengkapan dokumen administrasi dan perizinan.

Dalam pemeriksaan lapangan, tim masih menemukan sejumlah catatan yang perlu segera ditindaklanjuti, terutama terkait pengelolaan limbah dan sistem IPAL pada salah satu SPPG di wilayah Kencong. Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan gangguan lingkungan dan keluhan dari masyarakat sekitar.

Camat Kencong, Ronny Arvianto, menegaskan bahwa supervisi dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh SPPG mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Supervisi ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan sebelumnya. Kami ingin memastikan bahwa setiap temuan yang pernah disampaikan benar-benar ditindaklanjuti oleh pengelola SPPG. Tujuan utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat MBG berjalan maksimal, aman, dan sesuai standar kebersihan yang berlaku,” ujarnya.

Ronny menjelaskan bahwa aspek kebersihan lingkungan dan pengelolaan limbah menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi SPPG.

“Pada sidak kali ini masih ditemukan persoalan pengelolaan limbah yang menimbulkan bau kurang sedap. Temuan ini akan kami laporkan kepada Satgas MBG Kabupaten untuk dievaluasi lebih lanjut. Harapannya ada langkah perbaikan yang cepat sehingga kondisi lingkungan sekitar tetap terjaga,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap seluruh pengelola SPPG di Kecamatan Kencong dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

“Kami berharap seluruh SPPG di Kecamatan Kencong dapat memaksimalkan pelayanan, memperbaiki sistem IPAL, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan standar operasional secara konsisten. Dengan demikian tidak ada lagi aduan dari masyarakat maupun penerima manfaat Program MBG,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Tri Darmawan, mengapresiasi langkah pengelola SPPG yang telah berupaya memenuhi berbagai persyaratan teknis dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Kami mengapresiasi upaya pengelola SPPG dalam melengkapi dokumen teknis seperti hasil uji laboratorium dan uji pangan. Namun, kami menekankan pentingnya percepatan penyelesaian perizinan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) dan IKL (Inspeksi Kesehatan Lingkungan), serta tindak lanjut terhadap rekomendasi hasil monitoring sebelumnya,” ujar Tri Darmawan.

Menurutnya, kelengkapan administrasi dan pemenuhan standar kesehatan lingkungan merupakan bagian penting dalam menjamin keamanan pangan yang disajikan kepada para penerima manfaat.

“Hal ini diperlukan untuk memastikan seluruh aspek keamanan pangan, higiene sanitasi, dan kesehatan lingkungan di SPPG benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara aman, sehat, dan berkualitas,” tegasnya.

Dari sisi lingkungan hidup, hasil pemeriksaan juga menemukan sejumlah persoalan teknis pada sistem pengelolaan limbah yang perlu segera diperbaiki oleh pengelola SPPG.

Muhammad Reza Rizkian dari Dinas PRKP dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan adanya saluran IPAL yang belum memenuhi standar pengelolaan limbah yang berlaku.

“Kami menemukan adanya saluran IPAL yang mengarah langsung ke sungai tanpa melalui bak penampungan maupun sistem resapan yang memadai. Selain itu, terdapat beberapa titik kebocoran pada jaringan pipa yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan sekitar. Kondisi ini tentu tidak sesuai dengan standar operasional pengelolaan limbah yang berlaku karena limbah tidak boleh dibuang langsung ke badan sungai,” jelasnya.

Atas temuan tersebut, pihaknya telah memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan kepada pengelola SPPG agar segera melakukan pembenahan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami telah memberikan rekomendasi kepada pengelola SBPG Kencong 010 untuk segera melakukan perbaikan terhadap pipa yang bocor serta membangun bak penampungan atau sistem resapan yang sesuai ketentuan. Langkah ini penting untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih luas dan memastikan pengelolaan limbah dilakukan secara aman, tertib, serta memenuhi standar kesehatan dan lingkungan hidup,” tegas Reza.

Seluruh hasil supervisi dan temuan lapangan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Satgas MBG Kabupaten Jember untuk dilakukan evaluasi dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing instansi. Pemerintah berharap seluruh pengelola SPPG dapat segera menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan sehingga kualitas pelayanan, keamanan pangan, kebersihan lingkungan, serta kenyamanan masyarakat dapat terus terjaga.

Melalui pengawasan rutin yang dilakukan Satgas Tim 12 bersama Muspika Kencong, diharapkan seluruh SPPG dapat terus berbenah dan memenuhi seluruh standar yang telah ditetapkan demi mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.