Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Siapa yang Cocok Dampingi Anies ? Ini Kata Guru Besar UPI

ED
Senin, 14 Agustus 2023 | 14:39 WIB
Bagikan
Siapa yang Cocok Dampingi Anies ? Ini Kata Guru Besar UPI
  • Menurutnya, dua peristiwa sejarah tersebut layak dipertimbangkan untuk waktu deklarasi capres-cawapres yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). #Kbanews

VISI.NEWS | BANDUNG - Guru Besar Ilmu Kebijakan dan Pengembangan Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prof. Dr. H. Amung Ma’Mun, M.Pd. berpendapat bahwa ada dua momentum penting pasca peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2023 mendatang, yakni Sumpah Pemuda 28 Oktober dan Hari Pahlawan 10 November. Menurutnya, dua peristiwa sejarah tersebut layak dipertimbangkan untuk waktu deklarasi capres-cawapres yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

“Jika hal ini menjadi salah satu pertimbangan, tentu memiliki nilai strategis sebagai tanggung jawab moral bahwa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat mempertimbangkan substansi peristiwa sejarah 28 Oktober 1928 yang menjadi spirit lanjutan dari Gerakan Boedi Oetomo 1908 dan Hari Pahlawan 10 November 2023 sebagai wujud penghormatan kepada para pendiri bangsa yang dengan susah-payah mendirikan negara bangsa Indonesia melalui pengorbanan yang luar biasa,” kata Prof. Amung saat dihubungi KBA News, Senin (14/8/2023).

Profesor UPI Bandung kelahiran Garut, Jawa Barat 62 tahun silam itu mendasarkan basis pemikirannya pada kondisi aktual saat ini yang tidak berjalan dengan baik. Menurutnya, hal tersebut dirasakan oleh seluruh masyarakat di mana kondisi persatuan dan kesatuan negara bangsa sedang terancam. Ditambah dengan kenyataan adanya kebijakan yang lebih berpihak kepada kelompok kecil masyarakat (oligarki) dan bukan masyarakat luas pada umumnya. Di samping itu ada kecenderungan di beberapa daerah NKRI dengan datangnya ‘invasi’ Tenaga Kerja Asing (TKA).

“Oleh karena itu, dalam posisi seperti ini, pasangan Pak Anies Baswedan akan sangat bagus manakala ditetapkan pada momen 28 Oktober 2023 yang akan datang sekaligus sebagai bentuk komitmen politik KPP dalam merefleksikan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sebagai spirit kebangsaan untuk melakukan perbaikan pembangunan di semua lini kehidupan agar bangsa ini dapat mencapai cita-citanya sebagaimana tertuang pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yaitu: Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” jelas akademisi yang juga mantan atlet bola voli pada tahun 1987.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.