Siap-Siap Sri Mulyani Yakin Rupiah Akan Balik Kuat
ED
Editor
Shinta Dewi P
Sabtu, 19 Oktober 2024 | 06:30 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) optimis bahwa nilai rupiah akan kembali mengalami penguatan setelah mengalami tekanan dalam seminggu terakhir. Saat ini, nilai dolar Amerika Serikat (AS) tercatat di level Rp15.450.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang juga menjabat sebagai Ketua KSSK, dalam jumpa pers di Jakarta pada hari Jumat, 18 Oktober 2024.
"Ke depan nilai tukar rupiah diperkirakan akan terus mengalami penguatan sejalan dengan menariknya imbal hasil, inflasi Indonesia yang rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik," ujarnya.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, juga menyatakan hal yang serupa. Menurutnya, pergerakan rupiah menjadi faktor utama yang menyebabkan suku bunga acuan atau BI rate tetap di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diadakan beberapa hari yang lalu.
"Fokus kami nilai tukar rupiah," ungkap Perry pada kesempatan yang sama.
Hingga 15 Oktober 2024, nilai tukar rupiah tercatat melemah sebesar 2,82% dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.
Jika dibandingkan dengan nilai akhir Desember 2023, depresiasi rupiah hanya sebesar 1,17%, yang lebih baik dibandingkan dengan pelemahan yang dialami Peso Filipina, Dollar Taiwan, dan Won Korea, yang mengalami depresiasi masing-masing sebesar 4,25%, 4,58%, dan 5,62%.
Bank Indonesia terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan siap melakukan langkah-langkah operasi moneter sesuai dengan kebutuhan, termasuk intervensi di pasar spot, DNDF, serta Surat Berharga Negara (SBN). Mereka juga mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market melalui instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!