SHIB/ETH Anjlok 11,51% di Uniswap v4
VISI.NEWS | BANDUNG -Token SHIBA INU (SHIB) di jaringan Base dengan pasangan SHIB/ETH melalui Uniswap v4 mengalami penurunan signifikan dalam 24 jam terakhir, dengan harga anjlok sebesar 11,51 persen. Saat ini, harga SHIB tercatat sebesar $0.082506 atau setara dengan 0.0128363 ETH.
Kapitalisasi pasar (market cap) dan FDV (Fully Diluted Valuation) keduanya mencapai $1,6 juta, mencerminkan suplai total yang sepenuhnya beredar. Total likuiditas yang tersedia saat ini mencapai $191.000, dengan rincian dana yang dipool-kan berupa 42,66 triliun SHIB senilai $106.000 dan 28,18 ETH senilai $84.000.
Meskipun harga turun, aktivitas perdagangan tetap tinggi dengan 50.013 transaksi dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan aksi beli, yakni sebanyak 49.844 kali, dibandingkan hanya 169 aksi jual. Volume pembelian tercatat sebesar $35.000, sedikit lebih rendah dari volume penjualan sebesar $38.000.
Uniknya, ada lebih dari 49.724 dompet yang terlibat sebagai pembeli, berbanding jauh dengan hanya 123 dompet penjual. Ini mengindikasikan bahwa SHIB di jaringan Base tengah menjadi pusat perhatian komunitas, meskipun tekanan jual dari beberapa whale atau investor besar tampaknya mendorong harga ke bawah.
Token SHIB versi ini menjadi menarik karena diklaim sebagai versi desentralistik sejati dari Shiba Inu. Komunitas mengambil alih kepemilikan proyek ini pada 31 Mei 2025, menyebutnya sebagai gerakan "schismatic" yang bertujuan mengembalikan SHIB kepada visi awal Ryoshi—sang pendiri asli.
Komunitas SHIB ini menekankan bahwa SHIB di jaringan Ethereum sudah terlalu terpusat dan penuh dengan manipulasi. Sebagai gantinya, SHIB di Base ini diklaim sebagai satu-satunya versi yang benar-benar auto-deflationary, dengan target ambisius mencapai 20 miliar dalam waktu dekat.
Namun, meski gerakan komunitasnya kuat, investor tetap harus berhati-hati. Situs Dexscreener mencantumkan peringatan bahwa audit terhadap token ini belum tentu sepenuhnya akurat. Ini penting mengingat token-token yang dikendalikan komunitas sering kali rawan manipulasi oleh pihak internal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!