Setelah Assad Jatuh, AS Cabut Sanksi Suriah Secara Total
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 24 Mei 2025 | 22:15 WIB
VISI.NEWS | WASHINGTON, D.C. - Amerika Serikat resmi mencabut seluruh sanksi ekonomi terhadap Suriah setelah tumbangnya rezim Bashar al-Assad. Langkah ini diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada Jumat (23/5/2025) waktu setempat, dan menjadi sinyal kuat perubahan kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah.
"Suriah harus terus berupaya untuk menjadi negara yang stabil dan damai, dan tindakan hari ini diharapkan akan menempatkan negara tersebut pada jalur menuju masa depan yang cerah, makmur, dan stabil," kata Bessent dalam pernyataan resminya.
Langkah ini mengukuhkan keputusan Presiden Donald Trump yang sempat mengejutkan saat kunjungannya ke Timur Tengah pekan lalu. Atas permintaan Arab Saudi dan Turki, Trump menyatakan akan mengakhiri era sanksi ekonomi yang selama ini disebutnya 'brutal dan melumpuhkan'.
Namun, ada syarat penting, pemerintahan baru Suriah tidak boleh memberikan tempat bagi kelompok teroris dan wajib menjamin keamanan bagi minoritas agama dan etnis.
Tak hanya itu, pemerintah AS juga memberi lampu hijau untuk investasi baru di Suriah. Mulai dari bisnis minyak, energi, hingga infrastruktur seperti listrik dan air bersih kini dibuka kembali untuk perusahaan asing.
"Memfasilitasi penyediaan listrik, energi, air dan sanitasi, dan memungkinkan respons kemanusiaan yang lebih efektif di seluruh Suriah". ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Kebijakan ini sekaligus mengakhiri lebih dari satu dekade sanksi berat yang diberlakukan selama perang sipil di Suriah. Selama itu, AS melarang hampir semua bentuk transaksi dan investasi karena masih adanya kendali Assad.
Kini, dengan pemerintahan baru di Damaskus, AS membuka babak baru hubungan bilateral yang lebih pragmatis dan terbuka. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!