Seruan Trump ke Rakyat Iran Buka Babak Baru Ketegangan Teheran–Washington
VISI.NEWS | BANDUNG — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyerukan rakyat Iran untuk terus melakukan aksi demonstrasi dan mengambil alih institusi negara. Pernyataan tersebut tidak hanya memantik respons keras dari Teheran, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran global akan potensi konflik militer terbuka di kawasan Timur Tengah.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (13/1/2026), Trump menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat Iran di tengah gelombang protes yang masih berlangsung. Ia menyebut pembunuhan terhadap demonstran sebagai tindakan yang tidak masuk akal dan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam.
“Warga Iran yang patriotik, TERUSLAH MELANCARKAN AKSI PROTES – AMBIL ALIH INSTITUSI KALIAN!!!” tulis Trump.
“Catat nama-nama para pembunuh dan pelaku kekerasan. Mereka akan membayar dengan harga yang sangat mahal. Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan demonstran yang tidak masuk akal ini BERHENTI. BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN.”
Seruan tersebut dinilai sebagai tekanan politik langsung kepada rezim Teheran, sekaligus sinyal bahwa Washington tengah menyiapkan langkah lanjutan. Namun, saat diminta menjelaskan maksud pernyataannya ketika melakukan kunjungan ke sebuah pabrik otomotif di Michigan pada hari yang sama, Trump memilih tidak memberikan kejelasan.
“Kalian harus mencari tahu sendiri,” ujarnya singkat, seperti dikutip dari TIME.
Gelombang demonstrasi di Iran bermula sekitar dua pekan lalu di kawasan bazar Teheran, pusat perdagangan tradisional yang menjadi urat nadi ekonomi warga. Aksi tersebut awalnya dipicu oleh melonjaknya inflasi dan memburuknya daya beli masyarakat. Dalam perkembangannya, protes meluas ke berbagai wilayah dan berubah menjadi penentangan terbuka terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei serta struktur kekuasaan yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.
Di tengah meluasnya demonstrasi, pemerintah Iran memberlakukan pemadaman internet secara nasional yang membatasi arus informasi ke dunia luar. Meski demikian, laporan mengenai jatuhnya korban terus bermunculan. Sejumlah perkiraan menyebutkan angka korban tewas akibat tindakan aparat keamanan mencapai ribuan orang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!