Serangan Terbesar Hantam Iran, Dunia Cemas Perang Meluas

ED
Rabu, 11 Maret 2026 | 12:05 WIB
Bagikan
Serangan Terbesar Hantam Iran, Dunia Cemas Perang Meluas

VISI.NEWS | BANDUNG - Gelombang serangan udara terbesar sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali mengguncang kawasan Timur Tengah. Pada Selasa (10/3,2026), militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah wilayah Iran, yang oleh pejabat Pentagon dan warga setempat disebut sebagai hari paling intens sepanjang perang yang telah berlangsung beberapa pekan terakhir.

Serangan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas global, terutama terkait pasokan energi dunia. Di tengah eskalasi konflik, Garda Revolusi Iran menyatakan siap memblokir pengiriman minyak dari Teluk Persia jika serangan dari Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut.

“Jika agresi ini tidak dihentikan, kami tidak akan membiarkan satu liter pun minyak dari Timur Tengah mencapai Amerika Serikat dan sekutunya,” ujar juru bicara Garda Revolusi Iran dalam pernyataan resmi.

Pada malam hari yang sama, Iran melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Sasaran serangan mencakup pangkalan Al Udeid di Qatar serta pangkalan Al Harir di wilayah Kurdistan Irak. Tidak hanya itu, serangan drone juga dilaporkan menargetkan pangkalan udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab serta pangkalan angkatan laut Juffair di Bahrain.

Serangan balasan Iran juga diarahkan ke Israel. Menjelang fajar pada Rabu dini hari, sirene peringatan serangan udara berbunyi di sejumlah kota di Israel tengah. Sistem pertahanan udara Israel bekerja keras mencegat gelombang rudal yang meluncur dari arah Iran, sementara warga berlarian menuju ruang perlindungan dan bunker.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyebut operasi militer hari itu sebagai salah satu yang terbesar dalam konflik tersebut.

Hari ini akan menjadi hari paling intens dalam serangan kami di dalam wilayah Iran. Kami mengerahkan lebih banyak pesawat tempur, lebih banyak pembom, dan serangan yang didukung intelijen paling akurat sejauh ini,” katanya dalam konferensi pers di Pentagon.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.