Serangan Rudal di Sekolah Iran Diduga Akibat Data Target Usang
Menanggapi permintaan komentar terkait dugaan penggunaan data intelijen lama, Pentagon hanya menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
“Insiden ini sedang dalam penyelidikan,” kata pihak Pentagon dalam pernyataan singkat.
Lokasi sekolah yang menjadi sasaran juga diketahui berada berdekatan dengan sebuah kompleks militer milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elite Iran yang berada langsung di bawah komando pemimpin tertinggi negara tersebut. Kedekatan lokasi itu diduga menjadi salah satu faktor yang membuat area tersebut masuk dalam daftar target militer.
Namun para analis menilai kemungkinan kesalahan intelijen tetap menjadi faktor penting yang harus diungkap dalam penyelidikan. Jika benar terjadi kekeliruan dalam penentuan target, insiden tersebut dapat menjadi salah satu kasus korban sipil terburuk dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat selama beberapa dekade terakhir.
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Ali Bahreini, menyebut serangan itu sebagai tragedi kemanusiaan yang menewaskan sekitar 150 siswi sekolah.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyatakan tanpa bukti bahwa Iran mungkin bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun dalam pernyataan selanjutnya ia mengatakan masih menunggu hasil investigasi resmi.
“Penyelidikan masih berlangsung dan saya akan menerima hasil dari penyelidikan tersebut,” kata Trump.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa militer Amerika Serikat tidak pernah secara sengaja menargetkan warga sipil dalam operasi militernya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!