Serangan Rudal di Sekolah Iran Diduga Akibat Data Target Usang

ED
Kamis, 12 Maret 2026 | 13:07 WIB
Bagikan
Serangan Rudal di Sekolah Iran Diduga Akibat Data Target Usang

VISI.NEWS | BANDUNG - Tragedi kematian puluhan anak di sebuah sekolah perempuan di Iran diduga terjadi akibat penggunaan data intelijen yang sudah usang dalam penentuan target militer. Informasi ini muncul di tengah penyelidikan internal militer Amerika Serikat terkait serangan yang menewaskan banyak warga sipil tersebut.

Serangan terjadi di sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran, pada hari pertama gelombang serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menurut keterangan pejabat Iran, serangan itu menewaskan sekitar 150 siswi yang berada di lokasi saat rudal menghantam area sekolah.

Laporan awal yang diungkap kantor berita Reuters menyebutkan penyelidikan internal militer Amerika Serikat menunjukkan kemungkinan besar pasukan AS bertanggung jawab atas serangan tersebut. Informasi terbaru dari dua sumber yang mengetahui proses investigasi mengungkap bahwa kesalahan penentuan target kemungkinan terjadi karena penggunaan data intelijen lama.

Salah satu sumber yang mengetahui proses penyusunan target militer mengatakan bahwa pihak yang menyusun paket target diduga menggunakan informasi yang tidak lagi diperbarui.

“Pejabat yang bertanggung jawab menyusun paket penargetan tampaknya menggunakan intelijen yang sudah usang,” kata salah satu sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut.

Sumber kedua yang juga memahami proses investigasi membenarkan bahwa penggunaan data lama kemungkinan menjadi penyebab utama kesalahan fatal dalam serangan itu. Namun hingga kini belum diketahui seberapa lama data tersebut tidak diperbarui dan bagaimana informasi lama itu bisa digunakan dalam operasi militer.

Sebuah rekaman video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan objek yang diduga sebagai rudal jelajah jenis Tomahawk missile menghantam area di sekitar sekolah tersebut. Para analis senjata mengatakan rekaman itu tampak konsisten dengan karakteristik serangan rudal Tomahawk yang biasa digunakan militer Amerika Serikat.

Meski demikian, kronologi lengkap mengenai bagaimana serangan tersebut terjadi masih belum jelas. Pihak Pentagon hingga kini belum memberikan penjelasan rinci karena investigasi masih berlangsung.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.