Semester I 2026, 12 Juta Travelers Masuk Bandung
Untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif, Disbudpar Kota Bandung berencana melakukan konsolidasi terhadap berbagai sumber data perjalanan.
Data mobilitas tersebut dapat berasal dari sejumlah moda transportasi dan titik perjalanan, antara lain penumpang kereta api, kendaraan yang masuk melalui pintu tol, hingga perjalanan menggunakan bus.
Menurut Adi, pendekatan berbasis travelers memberikan perspektif yang lebih luas mengenai pergerakan manusia dibandingkan sekadar menghitung wisatawan yang mendatangi objek wisata.
“Angka yang dihitung dari perjalanan yang klasik seperti kereta api, lewat pintu tol, pakai bus, itu kita targetnya di angka hampir 10 jutaan tahun ini. Kita wisatawan. Tapi ternyata kalau travelers jauh lebih banyak,” katanya.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Kota Bandung sebagai pusat bisnis, pemerintahan, pendidikan, perdagangan, jasa, dan pariwisata turut mendorong tingginya arus perjalanan.
Dengan konsolidasi data, Disbudpar diharapkan dapat memetakan karakteristik travelers secara lebih akurat, termasuk tujuan perjalanan, pola mobilitas, serta potensi belanja yang ditimbulkan selama mereka berada di Bandung.
Penerbangan Husein Sastranegara Jadi Faktor Pendukung
Faktor lain yang berpotensi meningkatkan mobilitas menuju Bandung adalah kembali beroperasinya penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!