Sembilan dari 10 Pengguna Real Estat Komersial di Asia Pasifik Menginginkan Portofolio yang 100% Bersertifikasi Hijau pada Tahun 2030
Energi Terbarukan untuk Ekspansi Berkelanjutan
Sebanyak 74% responden mengharapkan setengah dari kebutuhan energi mereka akan terpenuhi oleh energi terbarukan, naik dari 9% saat ini. Transisi ke energi terbarukan adalah langkah penting bagi industri properti untuk mendefinisikan kembali dan mengubah bangunan dari konsumen energi pasif menjadi kontributor aktif dengan menghasilkan energi terbarukan untuk kebutuhan sendiri. Kolaborasi antara pemilik properti dan penghuni akan sangat penting dalam memenuhi tuntutan bangunan berkelanjutan. Saat ini, banyak penghuni mengandalkan Sertifikat Energi Terbarukan (RECs) dan Perjanjian Pembelian Tenaga (PPAs) untuk pengadaan energi terbarukan.
Peluang Rancang Bangun (Fit-Out): Mengatasi Emisi Lingkup 3
Sementara pengembang biasanya fokus pada jejak karbon yang terkandung dari konstruksi bangunan, dampak rancang bagun interior sering diabaikan. Saat ini, 65% penghuni yang disurvei menyebutkan investasi yang diperlukan untuk fit-out kantor sebagai salah satu tantangan keberlanjutan terbesar mereka.
Rancang bangun menyumbang sekitar sepertiga dari emisi, terutama karena rata-rata kantor mengalami perubahan interior setidaknya 20 kali dalam siklusnya. Kurangnya perhatian menyangkut emisi dalam rancang bangun interior disebabkan oleh pemisahan tradisional antara tim yang bertanggung jawab atas pengembangan bangunan dan rancang bangun interior.
"Membongkar silos yang telah terbentuk adalah kunci untuk bertransisi menuju nol limbah dalam fase desain hingga pengadaan dan penggantian, untuk mendukung pengurangan emisi yang terkait dengan limbah dan penggunaan material," tambah Miglani.
Data Kinerja Bangunan dan Standar yang Berkembang
Seiring meningkatnya perhatian terhadap aspek dekarbonisasi dalam portofolio, para penghuni menuntut data kinerja bangunan dan keberlanjutan yang melebihi sertifikasi. Untuk itu, para penghuni beralih ke teknologi keberlanjutan untuk otomatisasi pelacakan dan pelaporan data lingkungan, serta memanfaatkan kecerdasan buatan untuk peningkatan efisiensi energi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!