Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Cari Pasokan Migas Alternatif
“PR dan prioritas utama ke depannya agar kita meningkatkan cadangan strategis migas kita dari 20 hari menjadi mungkin 30 hari, bahkan lebih daripada itu,” ujarnya.
Menurut Eddy, peningkatan cadangan energi tidak cukup hanya dengan menambah volume impor. Pemerintah juga perlu menyiapkan infrastruktur penampungan yang memadai agar cadangan tersebut dapat disimpan secara aman dan tersebar di berbagai wilayah.
“Untuk mencapai hal tersebut, tidak hanya sekedar kita membeli atau mengimpor tambahan BBM, tetapi juga mempersiapkan infrastrukturnya, khususnya untuk tempat penampungan atau storage capacity dari BBM ke depan,” katanya.
Ia pun menekankan pentingnya pembangunan fasilitas penyimpanan energi di berbagai daerah di Indonesia guna memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
“Jadi harus ada dibangun tangki-tangki penampungan untuk cadangan migas nasional kita di daerah-daerah yang memang harus menyebar di Indonesia,” pungkasnya. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!