Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Cari Pasokan Migas Alternatif

ED
Jumat, 6 Maret 2026 | 09:03 WIB
Bagikan
Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Cari Pasokan Migas Alternatif

“PR dan prioritas utama ke depannya agar kita meningkatkan cadangan strategis migas kita dari 20 hari menjadi mungkin 30 hari, bahkan lebih daripada itu,” ujarnya.

Menurut Eddy, peningkatan cadangan energi tidak cukup hanya dengan menambah volume impor. Pemerintah juga perlu menyiapkan infrastruktur penampungan yang memadai agar cadangan tersebut dapat disimpan secara aman dan tersebar di berbagai wilayah.

“Untuk mencapai hal tersebut, tidak hanya sekedar kita membeli atau mengimpor tambahan BBM, tetapi juga mempersiapkan infrastrukturnya, khususnya untuk tempat penampungan atau storage capacity dari BBM ke depan,” katanya.

Ia pun menekankan pentingnya pembangunan fasilitas penyimpanan energi di berbagai daerah di Indonesia guna memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

“Jadi harus ada dibangun tangki-tangki penampungan untuk cadangan migas nasional kita di daerah-daerah yang memang harus menyebar di Indonesia,” pungkasnya. @kanaya

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.