Sedekah Kalahkan Haji? Kisah Ulama Ini Bikin Tersentak
Ilustrasi. /visi.news/ai
DI TENGAH anggapan bahwa ibadah haji adalah puncak ketaatan seorang Muslim, sebuah kisah dari masa tabi’in justru menghadirkan perspektif yang menggugah: dalam kondisi tertentu, sedekah bisa lebih utama daripada haji. Kisah ini melibatkan seorang ulama besar, Abdullah Ibnu Al-Mubarak, yang dikenal luas karena keilmuannya, kezuhudannya, dan kepeduliannya terhadap sesama.
Cerita ini diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dalam kitab monumentalnya, Al-Bidayah wa An-Nihayah. Dalam riwayat tersebut, diceritakan bahwa suatu ketika Ibnu Al-Mubarak berangkat untuk menunaikan ibadah haji bersama rombongannya.
Di tengah perjalanan, rombongan itu melewati sebuah negeri. Dalam perjalanan tersebut, seekor burung yang mereka bawa mati. Ibnu Al-Mubarak pun memerintahkan agar bangkai burung itu dibuang ke tempat sampah. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara ia tertinggal di belakang.
خرج عبد الله بن المبارك مرة إلى Ø§Ù„ØØ¬ ÙØ§Ø¬ØªØ§Ø² ببعض البلاد، Ùمات طائر معهم ÙØ£Ù…ر بإلقائه على مزبلة هناك، وسار Ø£ØµØØ§Ø¨Ù‡ أمامه وتخل٠هو وراءهم
Artinya: “Abdullah bin Mubarak pernah berangkat haji. Ia melewati suatu negeri, lalu burung milik mereka mati. Ia menyuruh agar burung itu dibuang ke tempat sampah. Murid-muridnya berjalan di depan, sementara ia tertinggal di belakang.â€
Saat melintasi tempat sampah tersebut, Ibnu Al-Mubarak melihat pemandangan yang menggetarkan hati. Seorang anak perempuan keluar dari rumah sederhana di dekat lokasi itu, lalu mengambil bangkai burung yang telah dibuang.
Ùلما مر بالمزبلة إذا جارية قد خرجت من دار قريبة منها ÙØ£Ø®Ø°Øª ذلك الطائر الميت ثم Ù„ÙØªÙ‡ ثم أسرعت به إلى الدار
Artinya: “Ketika ia melewati tempat sampah, ia melihat seorang anak perempuan keluar dari rumah terdekat. Anak itu mengambil bangkai burung tersebut, membungkusnya, lalu segera membawanya pulang.â€
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!