Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026

Screen Time Berlebih Ganggu Perkembangan Otak Anak

Desi Rossilawati
Jumat, 6 Juni 2025 | 00:00 WIB
Bagikan
Screen Time Berlebih Ganggu Perkembangan Otak Anak
VISI.NEWS | BANDUNG - Paparan waktu layar atau screen time yang berlebihan berpotensi mengganggu perkembangan otak anak, terutama mereka yang berusia di bawah dua tahun. Hal ini ditegaskan oleh dr. Farid Agung Rahmadi, dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Menurut Farid, usia dini merupakan periode emas pertumbuhan otak. “Pada saat itu (di bawah dua tahun) otak seorang anak sedang tumbuh dan berkembang pesat, karena ada plastisitas otak yang paling hebat di umur itu, ada sinaptogenesis,” ujar Farid. Farid yang juga anggota UKK Tumbuh Kembang dan Pediatrik Sosial IDAI menjelaskan, penggunaan perangkat elektronik seperti televisi, gawai, dan laptop kini sangat mudah diakses oleh anak-anak. Namun, hal ini berdampak serius pada kualitas interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. "Kompleksitas bermain dan fokus perhatiannya menjadi kurang karena tersita sekali dengan adanya screen time. Jadi, pengalaman-pengalaman berinteraksi dengan orang lain menjadi sangat kurang," jelasnya. Farid juga menyoroti perubahan pola konsumsi media di kalangan anak-anak. Jika dahulu televisi menjadi media dominan dengan durasi rata-rata 1 jam 20 menit per hari, kini anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai pribadi. Ia mencontohkan data dari Kanada, di mana pada 2011, penggunaan gawai oleh anak tercatat 39 persen. Hanya dalam dua tahun, angka tersebut melonjak menjadi 80 persen, dengan total paparan layar mencapai 4 jam per hari. Dengan tren ini, ia mengingatkan orang tua agar lebih bijak dalam memperkenalkan teknologi kepada anak, terutama di masa-masa awal kehidupan mereka. Interaksi langsung dengan orang tua tetap menjadi fondasi utama dalam tumbuh kembang yang sehat. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.