Saylor Sesumbar: Bitcoin Sudah Mentok, Siap Meledak Lagi!

ED
Kamis, 9 April 2026 | 05:13 WIB
Bagikan
Saylor Sesumbar: Bitcoin Sudah Mentok, Siap Meledak Lagi!

VISI.NEWS | JAKARTA – Optimisme terhadap masa depan Bitcoin kembali menguat setelah Executive Chairman Michael Saylor menyatakan bahwa harga aset kripto terbesar dunia itu kemungkinan telah mencapai titik terendahnya di kisaran US$60.000 pada awal Februari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Saylor dalam sebuah forum yang digelar oleh Mizuho Financial Group.

Menurut Saylor, penurunan harga Bitcoin sebelumnya bukan semata soal valuasi, melainkan akibat tekanan dari para penjual terpaksa (forced sellers) yang akhirnya “tersapu habis” dari pasar. Ia menegaskan bahwa titik balik tren tidak ditentukan oleh sentimen semata, melainkan oleh struktur modal dan likuiditas yang ada di pasar.

Dalam pandangannya, kondisi saat ini menunjukkan tekanan jual yang semakin terbatas. Hal ini seiring meningkatnya permintaan, terutama dari aliran dana ke produk ETF berbasis Bitcoin serta perusahaan-perusahaan yang mulai mengalihkan aset kas mereka ke aset kripto tersebut. Faktor-faktor ini dinilai mampu menyerap suplai harian Bitcoin di pasar.

Lebih jauh, Saylor memprediksi bahwa lonjakan harga Bitcoin berikutnya akan dipicu oleh integrasi antara sistem perbankan dengan kredit digital berbasis Bitcoin. Ia menyebut kombinasi ini sebagai katalis utama menuju fase bull market berikutnya.

“Bitcoin tidak lagi hanya menjadi aset simpanan, tetapi akan berkembang menjadi mesin pasar modal,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa ke depan, Bitcoin berpotensi menjadi fondasi bagi aktivitas pinjaman dan kredit digital, melampaui sekadar fungsi beli dan simpan (buy and hold).

Sebagai contoh, Saylor menyinggung produk saham preferen STRC milik Strategy Inc. yang menawarkan imbal hasil 11,5 persen. Menurutnya, ini adalah bentuk awal dari penerapan kredit digital berbasis Bitcoin, meskipun imbal hasil tersebut masih lebih rendah dibanding potensi apresiasi jangka panjang Bitcoin.

Di sisi lain, ia juga menanggapi kekhawatiran terkait ancaman komputasi kuantum terhadap keamanan Bitcoin. Saylor menilai isu tersebut terlalu dibesar-besarkan. Ia menyebut ancaman tersebut masih bersifat teoritis dan kemungkinan baru akan relevan dalam beberapa dekade mendatang.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.