Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

Saylor Sesumbar: Bitcoin Sudah Mentok, Siap Meledak Lagi!

ED
Kamis, 9 April 2026 | 05:13 WIB
Bagikan
Saylor Sesumbar: Bitcoin Sudah Mentok, Siap Meledak Lagi!

VISI.NEWS | JAKARTA – Optimisme terhadap masa depan Bitcoin kembali menguat setelah Executive Chairman Michael Saylor menyatakan bahwa harga aset kripto terbesar dunia itu kemungkinan telah mencapai titik terendahnya di kisaran US$60.000 pada awal Februari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Saylor dalam sebuah forum yang digelar oleh Mizuho Financial Group.

Menurut Saylor, penurunan harga Bitcoin sebelumnya bukan semata soal valuasi, melainkan akibat tekanan dari para penjual terpaksa (forced sellers) yang akhirnya “tersapu habis” dari pasar. Ia menegaskan bahwa titik balik tren tidak ditentukan oleh sentimen semata, melainkan oleh struktur modal dan likuiditas yang ada di pasar.

Dalam pandangannya, kondisi saat ini menunjukkan tekanan jual yang semakin terbatas. Hal ini seiring meningkatnya permintaan, terutama dari aliran dana ke produk ETF berbasis Bitcoin serta perusahaan-perusahaan yang mulai mengalihkan aset kas mereka ke aset kripto tersebut. Faktor-faktor ini dinilai mampu menyerap suplai harian Bitcoin di pasar.

Lebih jauh, Saylor memprediksi bahwa lonjakan harga Bitcoin berikutnya akan dipicu oleh integrasi antara sistem perbankan dengan kredit digital berbasis Bitcoin. Ia menyebut kombinasi ini sebagai katalis utama menuju fase bull market berikutnya.

“Bitcoin tidak lagi hanya menjadi aset simpanan, tetapi akan berkembang menjadi mesin pasar modal,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa ke depan, Bitcoin berpotensi menjadi fondasi bagi aktivitas pinjaman dan kredit digital, melampaui sekadar fungsi beli dan simpan (buy and hold).

Sebagai contoh, Saylor menyinggung produk saham preferen STRC milik Strategy Inc. yang menawarkan imbal hasil 11,5 persen. Menurutnya, ini adalah bentuk awal dari penerapan kredit digital berbasis Bitcoin, meskipun imbal hasil tersebut masih lebih rendah dibanding potensi apresiasi jangka panjang Bitcoin.

Di sisi lain, ia juga menanggapi kekhawatiran terkait ancaman komputasi kuantum terhadap keamanan Bitcoin. Saylor menilai isu tersebut terlalu dibesar-besarkan. Ia menyebut ancaman tersebut masih bersifat teoritis dan kemungkinan baru akan relevan dalam beberapa dekade mendatang.

“Kalaupun itu terjadi, tetap bisa diatasi,” katanya, menegaskan bahwa teknologi akan terus berkembang untuk mengantisipasi risiko tersebut.

Sementara itu, pihak Mizuho tetap mempertahankan rekomendasi “outperform” untuk saham Strategy dengan target harga US$320 per saham. Angka ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 150 persen dari posisi saat ini yang berada di kisaran US$127.

Pernyataan Saylor ini menambah daftar panjang pandangan bullish terhadap Bitcoin di tengah dinamika pasar global. Dengan kombinasi antara adopsi institusional, inovasi finansial, dan kepercayaan pelaku pasar, Bitcoin dinilai masih memiliki ruang besar untuk kembali mencetak rekor baru dalam beberapa tahun ke depan.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.