Satu Tahun Kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji Sukses Menjadi Motor Penggerak Ekonomi
Selain itu, di tangan Eri, Pemkot juga memberdayakan UMKM dalam program pemberian seragam sekolah gratis bagi anak yang keluarganya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Para pelaku UMKM ini diminta untuk membuat seragam sekolah, tas dan sepatu. Bahkan, mereka juga dilatih dan diminta untuk membuat sabun dan sandal hotel untuk memenuhi kebutuhan perhotelan di Surabaya.
"Pemkot juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memulihkan ekonomi ini, termasuk dunia perhotelan. Kami juga menggandeng Grab, Gojek, Tokopedia dan dunia kampus untuk mengambangkan UMKM dan pemulihan ekonomi ini," ujarnya.
Febri menambahkan, yang tak kalah pentingnya adalah Pemkot mengoptimalkan aset BTKD untuk dikelola oleh Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mereka dibantu bibit dan didampingi untuk mengelola pertanian, kemudian hasilnya diambil oleh mereka.
"Bahkan, beberapa lahan pertanian yang dikelola oleh BTKD sudah panen dan dihadiri oleh Pak Wali juga," katanya.
Melalui berbagai program ini, dampaknya perekonomian Kota Surabaya mulai bangkit. Berdasarkan data yang dimililiki oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Surabaya, perekonomian Surabaya sudah mulai bangkit. Pada tahun 2020, perekonomian Surabaya jatuh di angka minus 4,85, lalu di akhir tahun 2021, sudah menyentuh angka plus 4,29.
"Jadi, kita naik 8 poin, itu artinya perekonomian Surabaya sudah mulai bangkit dan Pak Wali sukses menjadi motor penggerak ekonomi," pungkasnya.@redho
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!