Satu Tahun Kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji Sukses Menjadi Motor Penggerak Ekonomi

ED
Jumat, 25 Februari 2022 | 11:59 WIB
Bagikan
Satu Tahun Kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji Sukses Menjadi Motor Penggerak Ekonomi

VISI.NEWS | SURABAYA - Kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji akan genap satu tahun pada 26 Februari 2022. Selama setahun ini, sudah banyak berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan. Salah satunya dalam rangka membangkitkan ekonomi di tengah pandemi. Bahkan, pasangan yang mengusung tagline 'Meneruskan Kebaikan' ini sukses menjadi motor penggerak ekonomi di Kota Pahlawan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota (Bappeko) Surabaya Febrina Kusumawati menjelaskan berbagai program di tahun pertama Wali Kota Eri dan Wawali Armuji memimpin Surabaya yang paling signifikan adalah terciptanya aplikasi e-Peken yang merupakan e-commerce pemerintahan pertama dan mungkin satu-satunya di Indonesia.

"Ini e-commerce ala Pemkot yang menggandeng toko kelontong. Para toko kelontong ini dilatih dari awal hingga saat ini sudah banyak yang bergabung. Bahkan, capaian transaksi belanja online via e-Peken Surabaya mulai Januari hingga pertengahan Februari 2022, sudah tembus Rp3,34 miliar,” kata Febri Jumat (25/2/2022).

Menurutnya, transaksi itu sebagian besar dari para ASN Pemkot Surabaya yang diwajibkan untuk berbelanja kebutuhan rumah tangganya di aplikasi e-peken itu. Melalui cara ini, penghasilan para ASN yang berasal dari pajak warga, akhirnya kembali lagi kepada warga.

"Itulah yang digerakkan oleh Pak Wali dan terus disempurnakan hingga saat ini," tegasnya.

Selain itu, para ASN juga diwajibkan untuk memakai produk-produk UMKM ketika bekerja, mulai dari batiknya, sepatu hingga pakaian lainnya. Bahkan, saat ini snack ketika rapat-rapat, harus membeli produk UMKM, sehingga APBD yang digunakan oleh Pemkot Surabaya benar-benar kembali lagi ke warga.

"Jadi, snack rapat itu kan pasti ada anggarannya di setiap dinas, dan itu harus ambil dari UMKM. Bahkan, pembelian itu juga tercatat dalam sistem kami, sehingga diketahui mana saja dinas-dinas yang tidak membeli produk UMKM dan mana dinas yang aktif ambil dari UMKM, sehingga uangnya ini berputar," katanya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.