Santri Future Forum 2025, Humaira: Santri Jadi Agen Perubahan dan Nilai-Nilai Akhlakul Karimah
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Humaira Zahraton Noor, hadir langsung pada cara Santri Future Forum 2025 dengan tema 'Santri, Digital Ethics, and Youth Muslim Global'.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKB PMII) ini dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Sa'addatuddaroin Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Kamis (6/11/2025).
Pada kesempatan itu turut dihadiri Ketua Umum beserta jajaran Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, para kiai dan ulama, para akademisi, tokoh muda, serta seluruh peserta Santri Future Forum 2025.
"Momentum Santri Future Forum 2025 ini merupakan wujud komitmen kita bersama dalam meneguhkan peran santri di tengah arus perubahan global yang begitu cepat," kata Humaira dalam sambutannya.
Humaira mengungkapkan bahwa tema yang diusung 'Santri, Digital Ethics, and Youth Muslim Global' menunjukkan kesadaran bahwa generasi santri hari ini tidak hanya dituntut memahami ilmu agama secara mendalam.
"Tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika dunia digital yang penuh tantangan. Di era yang serba terbuka ini, etika digital menjadi landasan utama dalam menjaga martabat dan nilai keislaman," ujar Politisi PKB.
Menurut Humaira, santri harus hadir sebagai agen perubahan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga membawa nilai-nilai akhlakul karimah dalam setiap aktivitasnya di ruang publik, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
"Kita patut berbangga, karena dari pesantren-pesantren di seluruh pelosok negeri lahir generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual," tuturnya.
Humaira menyebutkan bahwa santri Indonesia telah terbukti menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Kini, mereka kembali dihadapkan pada tanggung jawab baru: menjadi jembatan antara tradisi keilmuan Islam dengan tantangan modernitas global.
"Oleh karena itu, saya berharap forum ini dapat menjadi ruang refleksi dan kolaborasi bagi para santri, mahasiswa, dan pemimpin muda untuk memperkuat sinergi dalam membangun peradaban digital yang beretika dan berkeadaban," harapnya.
Melalui dialog dan pertukaran gagasan yang konstruktif, lanjut dia, semoga lahir pemikiran-pemikiran progresif yang mampu membawa kemajuan, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur pesantren.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pengurus Besar PMII atas penyelenggaraan kegiatan ini, serta kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya forum ini di Pondok Pesantren Sa’addatuddaroin. Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran santri bagi kemajuan bangsa dan dunia Islam," pungkasnya. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!