Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Samber Ceu Pilah: Sampah Tuntas dari Rumah

ED
Rabu, 31 Desember 2025 | 06:37 WIB
Bagikan
Samber Ceu Pilah: Sampah Tuntas dari Rumah

Potensi terbesar Samber Ceu Pilah justru berasal dari sampah organik seperti sisa makanan, tulang, duri, biji, cangkang, sisa nasi, dan sayuran. Sampah ini diolah menjadi MOL (Mikro Organisme Lokal), POC (Pupuk Organik Cair), serta kompos atau POP (Pupuk Organik Padat) dengan volume mencapai 240 hingga 300 kilogram setiap dua hari.

Hasil pengolahan sampah organik dimanfaatkan langsung oleh warga untuk menanam sayuran, buah, bunga, serta mengembangkan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). “Ini bukan hanya soal sampah, tapi juga soal ketahanan pangan masyarakat,” tambah Evi.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif ibu-ibu PKK yang menjadi motor penggerak perubahan perilaku. Edukasi dilakukan secara berjenjang dari kelurahan, RW, hingga RT, serta dipantau melalui laporan harian aktivitas pemilahan sampah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi pendekatan Kelurahan Sarijadi tersebut. Menurutnya, jika pengelolaan sampah selesai di tingkat rumah tangga, beban kota akan berkurang drastis. Ia pun mendorong agar Samber Ceu Pilah direplikasi di wilayah lain sebagai model pengelolaan sampah berbasis kewilayahan yang berkelanjutan.

@uli

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.