Saham BUMI Tertekan, Net Sell Tembus Rp164 Miliar
Ilustrasi./visi.news/ai.
Ia juga menyebut kekhawatiran terkait potensi wabah hantavirus belum terlalu mengganggu pasar. “Angka ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar belum menganggap isu ini sebagai risiko yang perlu diperhitungkan secara signifikan,” kata dia.
Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada rebalancing MSCI Indonesia pada 12 Mei 2026 serta rencana perubahan tarif royalti sejumlah komoditas minerba. Bagi sektor batu bara, wacana bea ekspor dan windfall tax turut menambah ketidakpastian.
“Yang perlu menjadi perhatian lebih lanjut, tekanan terhadap sektor minerba tidak berhenti pada kenaikan royalti semata. Wacana penerapan bea ekspor dan windfall tax yang tengah dikaji Kementerian Keuangan turut menambah lapisan ketidakpastian, khususnya bagi subsektor nikel dan batu bara, sehingga volatilitas sektor minerba secara keseluruhan berpotensi bertahan dalam jangka pendek,” ungkap Hari. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!