Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Saham BUMI Tertekan, Net Sell Tembus Rp164 Miliar

Desi Rossilawati
Senin, 11 Mei 2026 | 14:20 WIB
Bagikan
Saham BUMI Tertekan, Net Sell Tembus Rp164 Miliar

Ilustrasi./visi.news/ai.

VISI.NEWS | JAKARTA - Pelemahan saham PT Bumi Resources Tbk menjadi salah satu sorotan utama pada sesi satu perdagangan Senin (11/5/2026). Saham emiten batu bara Grup Bakrie dan Salim itu kembali berada dalam tekanan setelah sebelumnya juga terkoreksi tajam pada perdagangan akhir pekan lalu.

Hingga sekitar pukul 10.42 WIB, saham BUMI turun 2,78 persen atau melemah 6 poin ke level Rp 210 per saham. Tekanan tersebut membuat BUMI masuk dalam deretan saham paling aktif diperdagangkan di pasar reguler.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sebanyak 1,98 persen saham BUMI telah berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 41.628 kali. Nilai transaksi saham tersebut tercatat mencapai Rp 425 miliar. Di tengah aktivitas yang ramai itu, tekanan jual menjadi faktor yang paling menonjol.

Data pada aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan saham BUMI membukukan net sell sebesar Rp 164,8 miliar. Angka itu menjadi yang tertinggi di antara saham lain yang mengalami tekanan jual pada perdagangan pagi ini. Kondisi tersebut memperpanjang tren negatif setelah BUMI terkoreksi 6,09 persen pada Jumat 8/5/2026.

Tekanan terhadap BUMI terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan juga masih bergerak di zona merah menjelang akhir sesi satu. IHSG melemah 62,947 poin atau 0,90 persen ke level 6.906,449. Indeks sempat dibuka di posisi 6.959,943, lalu menyentuh level terendah 6.846,632. Posisi tertinggi IHSG tercatat di 6.968,926.

Pelemahan indeks menggambarkan tekanan pasar yang cukup luas. Sebanyak 445 saham melemah, 229 saham menguat, dan 137 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 22,428 miliar saham dengan frekuensi perdagangan 1,55 juta kali transaksi.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, menilai pergerakan pasar pada pekan 11 sampai 13 Mei 2026 masih akan dipengaruhi dinamika global dan domestik. Pekan ini perdagangan hanya berlangsung selama tiga hari karena libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus pada 14 sampai 15 Mei 2026.

“Baru-baru ini Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa perang Ukraina akan segera berakhir. Pernyataan ini disampaikan hanya beberapa jam setelah ia berpidato menegaskan tekad kemenangan Rusia dalam perayaan Hari Kemenangan di Moskow yang berlangsung lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Hari dalam keterangannya dikutip, Senin (11/5/2026).

Ia juga menyebut kekhawatiran terkait potensi wabah hantavirus belum terlalu mengganggu pasar. “Angka ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar belum menganggap isu ini sebagai risiko yang perlu diperhitungkan secara signifikan,” kata dia.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada rebalancing MSCI Indonesia pada 12 Mei 2026 serta rencana perubahan tarif royalti sejumlah komoditas minerba. Bagi sektor batu bara, wacana bea ekspor dan windfall tax turut menambah ketidakpastian.

“Yang perlu menjadi perhatian lebih lanjut, tekanan terhadap sektor minerba tidak berhenti pada kenaikan royalti semata. Wacana penerapan bea ekspor dan windfall tax yang tengah dikaji Kementerian Keuangan turut menambah lapisan ketidakpastian, khususnya bagi subsektor nikel dan batu bara, sehingga volatilitas sektor minerba secara keseluruhan berpotensi bertahan dalam jangka pendek,” ungkap Hari. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.