RUPST Pertamina Geothermal Energy: Laba Kinclong, CFO Baru Masuk!
(ki-ka) John Anis, Abdul Musawir Yahya, Mohammad Firmansyah, Gigih Udi Atmo, Ahmad Yani, Yurizki Rio, Edwil Suzandi, dan Andi Joko Nugroho dalam RUPST 2025 Pertamina Geothermal Energy di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Perseroan mencatat produksi tertinggi sepanjang sejarah dan laba bersih US$137,67 juta. /visi.news/ist
“Sebagai perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia, PGE terus mengakselerasi pertumbuhan melalui tiga strategi utama: optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru. Pencapaian kami di tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi menjadi world leading geothermal producer, mendukung agenda transisi energi bersih, sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional,” katanya.
Fundamental Keuangan Solid untuk Dukung Investasi Berkelanjutan
Seiring kinerja operasional yang kuat, PGE juga membukukan performa keuangan yang solid sepanjang 2025. Perseroan mencatat pendapatan sebesar US$432,73 juta dan laba bersih sebesar US$137,67 juta. EBITDA meningkat 1,94 persen secara tahunan menjadi US$330,35 juta dengan margin 76,34 persen, mencerminkan fundamental keuangan yang sehat sekaligus memperkuat posisi Perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Performa keuangan yang positif merupakan cerminan keberhasilan strategi bisnis berkelanjutan PGE. Untuk mengejar target kapasitas 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034, Perseroan kini tengah melakukan investasi strategis dengan fokus pada proyek-proyek quick win yang bertujuan meningkatkan kapasitas terpasang dan produksi panas bumi sekaligus memperkuat kinerja keuangan Perseroan secara berkelanjutan.
Penguatan Struktur Kepemimpinan untuk Akselerasi Pertumbuhan
Selaras dengan fase transformasi tersebut, Perseroan juga melakukan penguatan struktur kepemimpinan di bidang keuangan. Dalam RUPST ini, PGE secara resmi menunjuk Fransetya Hasudungan Hutabarat sebagai Direktur Keuangan menggantikan Yurizki Rio.
Fransetya membawa pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang keuangan korporat lintas industri, mulai dari farmasi, properti, transportasi, hingga energi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Director of Finance Sub-Holding Refining & Petrochemical di PT Kilang Pertamina Internasional. Di posisi tersebut, ia berhasil mendorong pencapaian investment grade rating dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings pada 2024 dan 2025. Fransetya juga pernah menjabat sebagai direktur keuangan di sejumlah perusahaan publik terkemuka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!