Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Rupiah Menguat ke Rp18.058 Usai BI Rate Naik

Desi Rossilawati
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:13 WIB
Bagikan
Rupiah Menguat ke Rp18.058 Usai BI Rate Naik

Nilai tukar rupiah./visi.news/ist.

"Hal ini telah mendorong imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS lebih tinggi. Para pedagang akan mengamati rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada bulan Mei, yang akan dirilis hari Rabu, yang diperkirakan akan naik 4,2 persen yoy (year-on-year), setelah angka April yang sudah tinggi sebesar 3,8 persen," jelasnya.

Dari dalam negeri, penguatan rupiah juga didukung sinyal pemerintah yang tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi baru guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan nilai tukar.

"Pemerintah saat ini terus memperkuat sinergi kebijakan ekonomi, baik dari sisi moneter maupun fiskal. Koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi bagian dari upaya menjaga perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang diharapkan," kata Ibrahim.

Bank Indonesia sebelumnya memutuskan menaikkan BI Rate menjadi 5,5 persen sebagai langkah untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.

Selain menjaga stabilitas rupiah, kebijakan tersebut juga ditujukan untuk memastikan inflasi tetap berada dalam target pemerintah sebesar 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.

"Sehubungan dengan itu, BI memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing," pungkasnya.

Untuk perdagangan Rabu (10/6/2026), Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp18.050 hingga Rp18.100 per dolar AS.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.