Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

Rupiah Melemah, Harga Minyak Brent Turun di Bawah 73 Dolar

Desi Rossilawati
Jumat, 26 Juni 2026 | 11:35 WIB
Bagikan
Rupiah Melemah, Harga Minyak Brent Turun di Bawah 73 Dolar

Mata uang rupiah./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Mata uang rupiah mengalami pelemahan pada perdagangan, Jumat (26/6/2026) pagi, terkoreksi 45 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp17.988 per dolar Amerika Serikat dari penutupan hari sebelumnya di level Rp17.943 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh turunnya harga minyak mentah jenis Brent yang merosot hingga di bawah 73 dolar AS per barel.

"Penurunan harga minyak tersebut meredakan kekhawatiran terhadap risiko twin deficit Indonesia," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Menurut Josua, penurunan harga komoditas minyak ini disebabkan oleh ekspektasi meningkatnya pasokan minyak yang berasal dari kawasan Timur Tengah.

Dampak dari melemahnya harga minyak global turut mendorong penurunan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), yang pada gilirannya membantu mengurangi kekhawatiran akan tekanan pada kondisi fiskal negara.

Data mencatat, imbal hasil obligasi pemerintah pada tenor acuan 5 tahun turun ke 7,21 persen (minus 4 basis points/bps), tenor 10 tahun menjadi 7,18 persen (minus 3 bps), tenor 15 tahun ke 7,28 persen (minus 2 bps), dan tenor 20 tahun turun ke 7,26 persen (minus 4 bps).

Aktivitas perdagangan SBN juga menunjukkan peningkatan dengan volume yang mencapai Rp24,91 triliun, naik dari Rp17,33 triliun pada sesi perdagangan sebelumnya. Hal ini menandakan aktivitas di pasar obligasi semakin meningkat.

Sementara itu, posisi kepemilikan asing terhadap SBN tercatat bertambah Rp160 miliar sehingga menjadi Rp875 triliun per 24 Juni 2026, atau setara 12,66 persen dari total outstanding.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.