Rupiah Melemah, Harga Minyak Brent Turun di Bawah 73 Dolar
Mata uang rupiah./visi.news/ist.
Dari sisi sentimen global, data indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) umum menunjukkan angka tetap di 0,4 persen month-on-month (mom) pada Mei 2026, lebih rendah dibanding ekspektasi pasar yang memperkirakan 0,5 persen mom.
Dalam basis tahunan, inflasi PCE umum meningkat ke 4,1 persen year-on-year (yoy) dari posisi 3,8 persen yoy sebelumnya, sesuai dengan konsensus pasar. Sedangkan inflasi PCE inti naik sedikit menjadi 3,4 persen yoy dari 3,3 persen yoy.
Realisasi inflasi bulanan yang ternyata lebih rendah dari estimasi pasar mengindikasikan bahwa tekanan inflasi mulai mereda dalam jangka pendek, sehingga sedikit mengurangi kekhawatiran terkait persistensi inflasi di Amerika Serikat.
Di sisi lain, estimasi final pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal I-2026 mengalami revisi naik menjadi 2,1 persen quartal-on-quartal (qoq) dari estimasi sebelumnya 1,6 persen qoq, yang menunjukkan ketahanan ekonomi AS masih dalam kondisi solid.
Berdasarkan berbagai faktor tersebut, Josua memproyeksikan rupiah akan bergerak pada rentang Rp17.900 hingga Rp18.025 per dolar AS pada hari ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!