Rupiah Berpeluang Menguat seiringn Trump Tunda Serangan Iran
“Walau demikian, penguatan mungkin terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah serta antisipasi investor pada RDG BI yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga,” ungkapnya.
Menurutnya, kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang membuat Bank Indonesia diperkirakan mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk menjaga daya tarik rupiah di pasar keuangan.
“Kenaikan ini diharapkan bisa membuat rupiah kembali menarik,” kata Lukman.
Dengan berbagai faktor tersebut, rupiah diprediksi bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS. Situasi ini menunjukkan bahwa pergerakan rupiah saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!