Rumah Kecil Laris, Properti 2025 Tetap Stabil
Sementara itu di Jakarta Barat, rumah kecil tipe ≤54 di Kembangan naik 3 persen karena harga yang lebih kompetitif, sedangkan tipe 121–200 di Kalideres naik 2 persen berkat konektivitas transportasi serta kedekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di Jakarta Pusat, kawasan Kemayoran menunjukkan penguatan yang cukup merata di berbagai tipe rumah, sedangkan Johar Baru mengalami tekanan di segmen kecil dan menengah.
Di kawasan penyangga seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang, penyesuaian harga juga terjadi secara selektif. Rumah besar tipe ≥201 di Kota Bogor naik 3 persen, tetapi di Kabupaten Bogor turun 3 persen dan Kabupaten Bekasi turun 2 persen akibat meningkatnya inventori rumah yang dijual secara mendesak pada semester kedua 2025.
Di luar Pulau Jawa, tren yang relatif stabil juga terlihat. Di Denpasar, Bali, rumah tipe menengah 121–200 naik 2 persen didorong sektor pariwisata. Sementara di Palembang dan Pekanbaru terjadi kenaikan pada beberapa segmen rumah kecil dan menengah seiring pemulihan aktivitas ekonomi setelah periode cuaca ekstrem.
Sementara itu, pasar sewa rumah juga menunjukkan tren penguatan. Berdasarkan PHRI, indeks harga sewa rumah nasional pada kuartal IV 2025 naik 0,6 persen dibanding kuartal sebelumnya meski secara tahunan turun 1 persen. Kenaikan kuartalan terjadi di seluruh segmen rumah, dengan pertumbuhan lebih terlihat pada tipe menengah dan besar.
Memasuki 2026, Pinhome memperkirakan pasar properti nasional berpotensi memasuki fase ekspansi setelah periode konsolidasi sepanjang 2025. Dengan stabilitas makroekonomi, peluang pelonggaran pembiayaan, serta insentif perumahan dari pemerintah, sektor properti diperkirakan kembali menggeliat. “Dengan stabilitas makro yang terjaga dan kebijakan yang konsisten, kami optimistis bahwa 2026 akan menjadi tahun normalisasi pasar properti,” kata Dara.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!