Rudal Iran Hujani Israel, Serangan Balasan Langsung Dilancarkan

ED
Selasa, 10 Maret 2026 | 08:06 WIB
Bagikan
Rudal Iran Hujani Israel, Serangan Balasan Langsung Dilancarkan

VISI.NEWS | BANDUNG - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel pada Senin malam. Serangan tersebut memicu sirene peringatan serangan udara di sejumlah wilayah Israel dan memaksa warga berlarian menuju tempat perlindungan darurat. Tidak lama setelah serangan itu terjadi, militer Israel langsung melancarkan serangan balasan dengan menargetkan peluncur rudal milik Iran.

Menurut laporan AFP pada Selasa (10/3/2023), militer Israel mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan mereka mendeteksi adanya rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Israel. Sistem pertahanan udara segera diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut sebelum mencapai area permukiman.

Sirene peringatan yang menggema di berbagai kota membuat suasana mencekam. Warga yang mendengar alarm serangan udara segera meninggalkan aktivitas mereka dan mencari perlindungan di bunker atau tempat perlindungan yang tersedia. Situasi ini kembali mengingatkan masyarakat pada meningkatnya ketegangan yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir di kawasan tersebut.

Meski situasi sempat menegangkan, layanan darurat Israel, Magen David Adom, menyatakan tidak menerima laporan adanya korban jiwa akibat serangan rudal terbaru tersebut. Petugas darurat tetap bersiaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari serangan tersebut.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka segera merespons serangan tersebut dengan meluncurkan operasi balasan yang menargetkan fasilitas peluncur rudal milik Iran. Langkah ini dilakukan untuk mencegah serangan susulan yang berpotensi membahayakan wilayah Israel.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel menegaskan bahwa serangan balasan itu difokuskan pada titik peluncuran rudal yang baru saja digunakan untuk menyerang wilayah mereka.

“Kami telah menyerang peluncur rudal yang meluncurkan rudal ke arah Israel beberapa saat yang lalu,” demikian pernyataan militer Israel yang dikutip dari laporan AFP.

Serangan rudal terbaru dari Iran ini terjadi tidak lama setelah Israel mengumumkan operasi militer besar yang menargetkan wilayah Teheran. Sebelumnya pada hari yang sama, Israel telah menyatakan melancarkan apa yang mereka sebut sebagai “gelombang serangan luas” terhadap Iran. Operasi tersebut merupakan serangan kedua yang dilakukan Israel pada hari Senin, yang menandakan meningkatnya intensitas konflik antara kedua negara.

Pengumuman mengenai gelombang serangan itu memperlihatkan bahwa ketegangan antara Iran dan Israel tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Kedua pihak saling menuduh melakukan tindakan agresif yang berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Pengamat internasional menilai situasi ini perlu diwaspadai karena dapat memperburuk stabilitas regional. Serangan rudal dan aksi balasan militer berisiko memicu konflik yang lebih besar apabila tidak ada upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan.

Di sisi lain, masyarakat Israel kembali dihadapkan pada situasi darurat yang mengharuskan mereka selalu siap menghadapi kemungkinan serangan. Sirene peringatan udara yang berbunyi pada malam hari menambah kecemasan warga yang harus bergegas mencari perlindungan demi keselamatan mereka.

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Iran terkait serangan rudal yang dilaporkan oleh militer Israel. Situasi di kawasan tersebut masih terus dipantau oleh berbagai pihak, termasuk komunitas internasional yang khawatir konflik ini dapat meluas.

Hingga saat ini, militer Israel menyatakan tetap dalam kondisi siaga tinggi untuk mengantisipasi potensi serangan lanjutan. Sistem pertahanan udara terus dipersiapkan, sementara pasukan militer bersiap merespons setiap ancaman yang muncul.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik antara Iran dan Israel masih berada dalam fase yang sangat sensitif. Tanpa langkah de-eskalasi yang jelas, bentrokan militer seperti ini berpotensi kembali terjadi dalam waktu dekat. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.