Rona Bahagia Warga Desa Tegalluar setelah Menyampaikan Unek-unek pada Bupati Bandung
Sebelum acara ditutup, Bupati HM Dadang Supriatna juga sempat menerima gambar karikatur dari Chief Executive Officer (CEO) VISI.NEWS Aep S. Abdullah hasil karya karikaturis Bambang Melga, yang juga penulis rubrik "Refleksi" di media tersebut dan dosen di Telkom University (Tel-U).
Dalam keterangannya kepada wartawan Bupati Bandung, mengatakan, ia fokus untuk mempercepat peningkatan dan pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan dan memastikan kebutuhan serta keluhan apa saja yang ada di setiap desa di seluruh Kab. Bandung. "Saya ingin mendengar langsung dari para ketua RT, Ketua RW, Karang Taruna, guru ngaji, perangkat desa dan LPMD, PKK, BPD dan warga yang masih nganggur," ujar bupati kepada wartawan seusai acara.
"Saya hari ini ingin dengar langsung dari masyarakat. Apakah masih ada masyarakat di desa ini yang masih nganggur, dan terkait apa saja yang bisa saya bantu. Saya sudah bilang beberapa kali, pemimpin itu adalah pelayan bagi rakyat, bukan sebagai raja, " imbuhnya.
Ia mengatakan, program tersebut salah satu inovasi yang ia ciptakan sendiri untuk menyerap aspirasi-aspirasi yang disampaikan masyarakat di Kab. Bandung. "Program Rembug desa ini akan berlanjut selama delapan bulan ke depan. Saya menargetkan di tahun ini menciptakan 35.000 lapangan kerja, karena masih banyak usia produktif yang nganggur. Kita kasih solusi dengan pilihan dan informasi kepada mereka. Mau memilih jadi pengusaha, karyawan, dan tenaga yang sifatnya luar negeri dan sebagainya. Setelah itu, saya arahkan para kadis langsung memberikan selebaran, nanti ditampung, kita akan buat tim untuk evaluasi dari desa-desa. Adapun kaitannya dengan ijazah yang belum ditebus, atau dulu sekolahnya terhenti, mari kita cari solusinya langsung, " ujarnya.
Bupati Dadang mengatakan, selama kurang lebih 20 bulan ia menjabat bupati, banyak yang telah diimplementasikan dan juga capaian-capaian yang diperoleh, "Pemkab Bandung telah mendapat sekitar 130 penghargaan, dan sudah menjalankan insentif bagi guru ngaji, insentif RT/RW, insentif Linmas, Rutilahu 2022 sudah terealisasi 7.397, dan target pertahun 700 rumah, serta sudah memberikan insentif kepada 12.587 ustad/ustadzah, serta pada 2022 sebanyak 17.000 ustad/ustadzah dengan anggaran Rp 109 miliar, juga program penambahan sekolah baru, yaitu 28 SMP, dan mengusulkan pembangunan 22 SMA. ," tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!