Rona Bahagia Warga Desa Tegalluar setelah Menyampaikan Unek-unek pada Bupati Bandung
VISI.NEWS | BOJONGSOANG - Warga Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang yang memadati ruang Gudang Bojongsoang, Kamis (5/1/2023), terlihat lega setelah mendapat penjelasan dari Bupati Bandung HM Dadang Supriatna. Daerah mereka bertahun-tahun tiap musim hujan dilanda banjir, demikian juga rumah bupatinya yang berada di desa tersebut.
"Sanes ibu-ibu wae pan anu kabanjiran teh, pan terang abdi oge sami, salamina kabanjiran... Insya Alloh, ke mah Desa Tegalluar bebas banjir," ujarnya disambut riuh warga yang sebelumnya banyak menyampaikan masalah banjir di kawasan itu.
Dadang Supriatna sore kemarin mengawali program rembug desa "Riungan Sareng Masyarakat Kabupaten Bandung Bedas" di Desa Tegalluar. Rencananya, hampir setiap hari tiga desa akan ia sambangi untuk mendengar langsung keluhan-keluhan warga dan sekaligus memberikan solusi. Acara di Tegalluar berlangsung di Komplek Industri dan Pergudangan Deprima Mega Jaya.
Hadir dalam rembug desa tersebut, istri bupati Hj. Emma Detty Permanawati, Asisten Pemerintah Bidang Kesejahteraan yang baru dilantik H. Agus Firman Zaini, Kepala DPMD H. Tata Irawan, Kepala Dinsos Indra Respati, Kepala Disnaker Kabupaten Bandung H. Rukmana Alam Sakti, Kepala Disperindag Kab. Bandung Dicky Anugrah, Camat Bojongsoang Bambang Sukmawijaya, Kepala Desa Tegalluar H. Galih Hendrawan, dll.
Bupati mengungkapkan solusi komprehensip untuk mengatasi masalah banjir yang ada di Desa Tegalluar dengan membuat embung-embung (danau kecil). Sedikitnya ada lima embung yang rencananya mulai dikerjakan pembangunannya tahun ini. "Jadi sanes masalah di RW-1 wungkul bu, sadayana RW di Desa Tegalluar urang diupayakeun supaya bebas banjir, ku ayana embung-embung ieu," ungkap bupati menjawab kekhawatiran Syifa Chairunnissa, S.Pd., fresh graduate sebuah perguruan tinggi yang melontarkan beberapa pertanyaan kepada Bupati Dadang Supriatna.
Lebih lanjut dikatakan, dalam masalah banjir bupati telah selesai membuat RDTR Kawasan Kota Baru Tegalluar, dan rencananya akan dibuatkan lima sampai enam danau buatan. "Danau itu yang satunya akan dibuat sekitar 12 hektare, kita sudah dapat hibah dari pengusaha, dan DID-nya juga sudah selesai. Untuk pembuatan danau tersebut sudah diusulkan ke Kementerian PUPR," katanya.
Menurut Bupati Bandung, pembangunan danau tersebut berasal dari hibah para pengembang yang melaksanakan pembangunan di Desa Tegalluar. "Para pengembang wajib menghibahkan sebesar 10 persen dari luas lahan yang akan dibangun, dan wajib menghibahkan tanah untuk danau buatan serta jalan akses. Pengusaha yang tak siap menghibahkan lahan untuk danau dan jalan, izinnya akan ditolak," katanya.
Lebih lanjut, bupati mengatakan, terkait dengan aspirasi warga perihal perbaikan jembatan Cikeruh dan Jalan Raya Desa Tegalluar, kewenangannya ada di Pemprov Jawa Barat. "Tapi Pemkab Bandung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 12 miliar untuk pembangunan jalan raya dan Jembatan Cikeruh. Kalau Pemprov tidak akan urus Jalan Raya Sapan, seyogyanya berikan kewenangan pemeliharaannya pada Pemkab, Bandung," tuturnya.
Dalam rempug desa ini, setiap masalah yang dikeluhkan mayarakat dinas terkait langsung diminta untuk mengatasinya. "Pak Bupati, dari mulai jembatan tol PJU-PJU-nya sudah pada mati, penerangan jadi sangat minim. Ini sangat berbahaya bagi para pengendara," ungkap Asep Syarif Nurjaman warga lainnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Iip Fitrah dari Karang Taruna Desa Tegalluar. "Lampu yang minim bisa menimbulkan kerawanan bagi para pengendara. Mereka jadi tidak aman. Jadi tolong juga, selain penerangan jalan yang diperbaiki, keamanan juga ditingkatkan, karena sekarang lagi rawan begal," ujarnya.
Bupati langsung menjawab pernyataan warga tersebut, "Mana-mana ti Dinas PUTR. Tah, kitu saur warga. Tolong diperbaiki, mulai besok!," ujar bupati disambut riuh tepuk tangan warga.
Sedikitnya ada tujuh warga dan lebih dari 20 pertanyaan disampaikan mewakili pertanyaan mewakili warga lainnya. Satu-satu, pertanyaan itu dijawab dengan solusi. Sehingga, seusai pertemuan wajah-wajah yang hadir disana, tampak memperlihatkan rona bahagia, terlebih setelah hadir di rembug desa tersebut masing-masing warga pulang membawa sembako.
Memastikan Masalah Warga
Sebelum acara berakhir, bupati secara simbolis memberikan bantuan paket sembako kepada para lansia, kursi roda kepada warga yang membutuhkan, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan untuk Linmas, RT, RW, dan bantuan lainnya.
Sebelum acara ditutup, Bupati HM Dadang Supriatna juga sempat menerima gambar karikatur dari Chief Executive Officer (CEO) VISI.NEWS Aep S. Abdullah hasil karya karikaturis Bambang Melga, yang juga penulis rubrik "Refleksi" di media tersebut dan dosen di Telkom University (Tel-U).
Dalam keterangannya kepada wartawan Bupati Bandung, mengatakan, ia fokus untuk mempercepat peningkatan dan pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan dan memastikan kebutuhan serta keluhan apa saja yang ada di setiap desa di seluruh Kab. Bandung. "Saya ingin mendengar langsung dari para ketua RT, Ketua RW, Karang Taruna, guru ngaji, perangkat desa dan LPMD, PKK, BPD dan warga yang masih nganggur," ujar bupati kepada wartawan seusai acara.
"Saya hari ini ingin dengar langsung dari masyarakat. Apakah masih ada masyarakat di desa ini yang masih nganggur, dan terkait apa saja yang bisa saya bantu. Saya sudah bilang beberapa kali, pemimpin itu adalah pelayan bagi rakyat, bukan sebagai raja, " imbuhnya.
Ia mengatakan, program tersebut salah satu inovasi yang ia ciptakan sendiri untuk menyerap aspirasi-aspirasi yang disampaikan masyarakat di Kab. Bandung. "Program Rembug desa ini akan berlanjut selama delapan bulan ke depan. Saya menargetkan di tahun ini menciptakan 35.000 lapangan kerja, karena masih banyak usia produktif yang nganggur. Kita kasih solusi dengan pilihan dan informasi kepada mereka. Mau memilih jadi pengusaha, karyawan, dan tenaga yang sifatnya luar negeri dan sebagainya. Setelah itu, saya arahkan para kadis langsung memberikan selebaran, nanti ditampung, kita akan buat tim untuk evaluasi dari desa-desa. Adapun kaitannya dengan ijazah yang belum ditebus, atau dulu sekolahnya terhenti, mari kita cari solusinya langsung, " ujarnya.
Bupati Dadang mengatakan, selama kurang lebih 20 bulan ia menjabat bupati, banyak yang telah diimplementasikan dan juga capaian-capaian yang diperoleh, "Pemkab Bandung telah mendapat sekitar 130 penghargaan, dan sudah menjalankan insentif bagi guru ngaji, insentif RT/RW, insentif Linmas, Rutilahu 2022 sudah terealisasi 7.397, dan target pertahun 700 rumah, serta sudah memberikan insentif kepada 12.587 ustad/ustadzah, serta pada 2022 sebanyak 17.000 ustad/ustadzah dengan anggaran Rp 109 miliar, juga program penambahan sekolah baru, yaitu 28 SMP, dan mengusulkan pembangunan 22 SMA. ," tuturnya.
Ia mengatakan, di tahun 2023 ini, Kabupaten Bandung mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 4,2 triliun. "Sebelumnya hanya 1,9 triliun dan kini kita bisa lihat jelas mengalami peningkatan diatas 100 persen," pungkasnya. @gustav viktor rizal
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!