Riyal Bernilai Nol Dollar, Warga Iran Hadapi Krisis Daya Beli Terparah Sejak Revolusi 1979

ED
Rabu, 14 Januari 2026 | 11:07 WIB
Bagikan
Riyal Bernilai Nol Dollar, Warga Iran Hadapi Krisis Daya Beli Terparah Sejak Revolusi 1979

Seorang ekonom Iran, Mehdi Karimi, menilai runtuhnya nilai riyal telah mengubah perilaku ekonomi masyarakat secara fundamental.

“Ketika mata uang tidak lagi bisa menyimpan nilai, orang akan berusaha melindungi sisa kekayaannya dengan apa pun yang tersedia. Ini adalah krisis kepercayaan, bukan sekadar krisis moneter,” katanya.

Tekanan ekonomi tersebut diperburuk oleh isolasi internasional yang kembali menguat. Pada September 2025, Perserikatan Bangsa-Bangsa memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran setelah Dewan Keamanan gagal mempertahankan keringanan sanksi yang sebelumnya terkait kesepakatan non-proliferasi nuklir. Langkah ini diikuti dengan embargo senjata, pembatasan program rudal balistik, pembekuan aset tertentu, serta larangan perjalanan.

Uni Eropa turut menjatuhkan sanksi tambahan yang berkaitan dengan catatan hak asasi manusia Iran dan dugaan perannya dalam memasok drone ke Rusia dalam konflik Ukraina. Di tengah tekanan ekonomi dan diplomatik tersebut, demonstrasi yang pecah sejak Desember 2025 terus berlanjut di berbagai kota, menjadikan nilai riyal yang nyaris tak bernilai sebagai simbol kekecewaan publik terhadap masa depan ekonomi Iran. @kanaya

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.