Riyal Bernilai Nol Dollar, Warga Iran Hadapi Krisis Daya Beli Terparah Sejak Revolusi 1979

ED
Rabu, 14 Januari 2026 | 11:07 WIB
Bagikan
Riyal Bernilai Nol Dollar, Warga Iran Hadapi Krisis Daya Beli Terparah Sejak Revolusi 1979

VISI.NEWS | BANDUNG — Anjloknya nilai tukar riyal Iran ke titik terendah dalam sejarah modern kini bukan sekadar angka di papan kurs, melainkan realitas pahit yang langsung dirasakan masyarakat. Pada Selasa (13/1/2026), satu riyal Iran tercatat hanya setara Rp 0,015 dan bahkan tidak memiliki nilai terhadap dollar Amerika Serikat (AS), menandai semakin dalamnya krisis ekonomi yang telah memicu gelombang demonstrasi sejak Desember 2025.

Di pasar valuta asing, satu dollar AS diperdagangkan di level 1.137.500 riyal Iran. Nilai ini sempat menyentuh rekor terburuk pada 6 Januari 2026 ketika kurs dollar AS menembus 1,4 juta riyal. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi pada masa Revolusi Iran 1979, saat satu dollar AS masih setara sekitar 70 riyal. Perbandingan ini kerap digunakan warga sebagai penanda sejauh apa mata uang nasional kehilangan nilainya dalam empat dekade terakhir.

Tekanan paling berat dirasakan di tingkat rumah tangga. Harga kebutuhan pokok terus berubah dari hari ke hari, bahkan dalam hitungan jam. Seorang pedagang di pusat kota Teheran, Hossein Rahimi, mengatakan pelemahan riyal membuat pola belanja masyarakat berubah drastis.

“Orang datang ke toko bukan lagi untuk belanja mingguan. Mereka hanya membeli satu atau dua barang yang benar-benar dibutuhkan karena besok harganya bisa lebih mahal,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Data resmi Bank Sentral Iran menunjukkan perekonomian negara itu telah dibebani inflasi tahunan rata-rata sebesar 43 persen selama delapan tahun terakhir. Akumulasi inflasi tersebut membuat harga barang dan jasa melonjak lebih dari 17 kali lipat, sementara pendapatan warga tidak mengalami kenaikan sepadan. Kondisi ini secara efektif menggerus daya beli mayoritas penduduk dan menekan kelas menengah ke jurang ketidakpastian ekonomi.

Di tengah hilangnya kepercayaan terhadap riyal, masyarakat beralih ke aset yang dianggap lebih aman, terutama emas. Harga emas 18 karat di Iran melonjak drastis dari 1.387.000 riyal per gram pada 2018 menjadi 160.550.000 riyal per gram pada 2026. Kenaikan ini tidak hanya dipicu oleh penguatan dollar AS, tetapi juga lonjakan harga emas global yang mencapai 230 persen dalam periode yang sama, sehingga memperparah tekanan finansial di dalam negeri.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.