Riset DIR: Trust Publik Menguat, Modal Baru Benahi MBG
"Pemulihan institusi BGN harus dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam proses penegakan hukum, kondisi riil di lapangan, dan hasil investigasi kasus keracunan. Itu yang mendapatkan apresiasi dari masyarakat," kata Neni.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik masih bersifat sementara. Menurut dia, publik masih berada pada posisi wait and see. Sedikit saja ditemukan ketidaksesuaian antara narasi dan fakta di lapangan, sentimen negatif berpotensi kembali mendominasi percakapan.
Karena itu, kata Neni, pembenahan tata kelola harus berjalan beriringan dengan komunikasi publik. Ia menyarankan BGN memperkuat diseminasi informasi di Instagram dan TikTok, dua platform yang menurut hasil riset menjadi pusat percakapan MBG. " BGN harus aktif melakukan propaganda positif, bagaimana mengamplifikasi narasi positif di media sosial yang betul-betul sesuai dengan kenyataan di lapangan. Kuncinya tetap transparan dan akuntabel. Kalau komunikasinya bagus tetapi faktanya berbeda, sentimen negatif akan meledak lagi di ruang publik," ujarnya.
Temuan DIR menunjukkan ruang pemulihan reputasi BGN mulai terbuka. Namun, ruang itu masih harus dijaga agar berkesinambungan dengan sistem oleh pimpinan BGN yang baru. Di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap program dengan anggaran besar tersebut, trust yang mulai tumbuh dapat menjadi modal politik sekaligus ujian pertama bagi kepemimpinan baru: apakah mampu mengubah tata kelola MBG, atau sekadar mengubah percakapannya di ruang publik. Komunikasi yang baik, empatik, dan berbasis data menjadi hal yang penting dilakukan.