Riset DIR: Trust Publik Menguat, Modal Baru Benahi MBG
"Menariknya ternyata di media sosial itu tidak jauh berbeda sentimen positifnya, bahkan lebih tinggi sedikit. Jarang-jarang. Biasanya hasil riset itu mainstream positif, tetapi media sosial justru negatif. Yang menarik, trust di sini mencapai 26 persen. Biasanya itu tidak pernah muncul," ujarnya.
Neni menambahkan, selama periode pemantauan, DIR merekam sekitar 220 ribu unggahan yang menghasilkan 776 juta interaksi dan 9,9 juta engagement (angka pembulatan-red). Tingginya angka itu, menunjukkan MBG tetap menjadi salah satu isu dengan daya tarik terbesar di media sosial karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari siswa, orang tua, sekolah, hingga pelaku usaha penyedia makanan.
Namun, bagi DIR, perubahan sentimen itu bukan berarti publik berhenti mengkritik. Kritik bergeser dari penolakan terhadap program menjadi tuntutan agar pemerintah memperbaiki tata kelola. Percakapan yang paling banyak muncul berkaitan dengan transparansi anggaran, pencegahan korupsi, penanganan kasus keracunan, dan penertiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah.
Neni menilai kepemimpinan Sudaryono memperoleh respons positif karena memilih membuka ruang komunikasi di tengah tekanan. Respons cepat terhadap kasus keracunan, inspeksi lapangan, serta penutupan SPPG yang dinilai bermasalah dipersepsikan sebagai langkah pembenahan. Pernyataannya bahwa dirinya maupun keluarganya tidak memiliki SPPG juga memicu meningkatnya kepercayaan publik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!