Riset Akamai: Serangan Web terhadap API dan Aplikasi di Asia Pasifik Naik 65%

ED
Senin, 12 Agustus 2024 | 06:25 WIB
Bagikan
Riset Akamai: Serangan Web terhadap API dan Aplikasi di Asia Pasifik Naik 65%

Sejak April 2023 hingga Februari 2024, industri media sosial mengalami peningkatan serangan DDoS Layer 7 secara konsisten. Wilayah APJhanya menduduki urutan kedua setelah Amerika Utara dalam hal ancaman terhadap aplikasi web. Singapura mengalami jumlah serangan dengan konsentrasi tertinggi, yakni 2,9 triliun, diikuti India (959 miliar), Korea Selatan (544 miliar), Indonesia (260 miliar), Tiongkok (188 miliar), Jepang (83 miliar), Australia (74 miliar), dan Taiwan (50 miliar).

Para peneliti dari Akamai menemukan fakta bahwa teknologi tinggi, perdagangan, dan media sosial merupakan tiga industri yang paling banyak menjadi target serangan DDoS Layer 7, dengan lebih dari 11 triliun serangan dalam kurun waktu 18 bulan di seluruh dunia. Demikian pula, wilayah APJ mengalami peningkatan serangan ini hingga lima kali lipat, dengan jumlah 5,1 triliun dalam kurun waktu yang sama.

Serangan DDoS menyasar trafik melalui semua port dan protokol baik di lapisan infrastruktur maupun aplikasi. Hal ini meliputi Domain Name System (DNS), yang menurut riset Akamai merupakan komponen yang terlibat dalam hampir 60% peristiwa serangan DDoS.

Industri perdagangan selama ini menjadi korban serangan terhadap API dan aplikasi web terbanyak, dengan jumlah serangan dua kali lipat lebih banyak dibandingkan sektor lainnya (teknologi tinggi berada di urutan kedua). Di wilayah APJ, tren ini sejalan dengan laporan sebelumnya, yang mana sektor jasa keuangan dan perdagangan melaporkan paling banyak mengalami peristiwa serangan web.

Local File Inclusion (LFI), Cross-Site Scripting (XSS), SQL injection (SQLi), Command injection (CMDi), dan Server-Side Request Forgery (SSRF) masih menjadi jenis-jenis serangan paling umum yang menyasar aplikasi bisnis dan API.

“Wilayah APJ sering mengalami serangan web yang menyasar API dan aplikasi, sebuah tren yang diperparah oleh ekonomi yang terdigitalisasi dengan cepat. Ketika bisnis mendigitalkan operasinya lebih cepat demi memenuhi tuntutan time-to-market, tim sumber daya pengembangan dan keamanan pun dituntut lebih banyak, yang sering kali berakibat pada terabaikannya proses keamanan. Oleh karena itu, penerapan serangkaian praktik terbaik yang tepat sangatlah penting demi meningkatkan keamanan dan ketahanan di lingkungan ini, terlebih lagi mengingat tingginya konsentrasi serangan web yang terjadi,”ujar Reuben Koh, Director of Security Technology & Strategy, APJ, Akamai Technologies.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.