Ribuan Ton Kompos Pasar Gedebage Belum Terserap, Peluang Pertanian Kota Masih Terbuka

ED
Selasa, 16 Desember 2025 | 17:00 WIB
Bagikan
Ribuan Ton Kompos Pasar Gedebage Belum Terserap, Peluang Pertanian Kota Masih Terbuka
1" data-turn-id="15bfc0d8-5768-4e94-94cc-11bc7b85452b" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">

VISI.NEWS  | BANDUNG -Di tengah upaya pengurangan sampah perkotaan, persoalan baru muncul dari hasil pengolahannya. Ribuan ton kompos dari sampah organik Pasar Gedebage, Kota Bandung, hingga kini belum termanfaatkan secara optimal dan terus menumpuk di lokasi pengolahan. Padahal, setiap hari pengolahan sampah berjalan aktif dan konsisten. Senin, 15 Desember 2025, Direktur Utama CV Prosignal Karya Lestari, Aldi Ridwansyah, menyebut sejak Juni hingga Desember, sekitar 3.000 ton sampah organik telah berhasil diolah di fasilitas tersebut.

Dari total sampah yang masuk, Aldi menjelaskan sekitar 1.700 ton telah menjadi produk kompos. Namun, sekitar 1.300 ton di antaranya belum terserap pasar dan masih menumpuk. “Rata-rata yang terserap petani di kawasan Ciwidey itu hanya sekitar 7 ton per hari, sementara produksi kami jauh lebih besar,” ujar Aldi saat ditemui di tempat pengolahan sampah Pasar Gedebage.

Ia memaparkan, dari 25 ton sampah yang diolah setiap hari, sekitar 6 ton berupa kelapa langsung diproses di Cileunyi, sekitar 5 ton menjadi residu, dan sisanya kurang lebih 14 ton masuk ke proses pengomposan. Ketimpangan antara produksi dan penyerapan inilah yang membuat stok kompos terus bertambah. “Kalau kondisi ini terus berjalan, akumulasinya pasti makin besar,” katanya.

Untuk mengatasi penumpukan, pihaknya membuka akses bagi masyarakat yang membutuhkan kompos secara gratis. Namun, kompos yang tersedia masih dalam bentuk curah. “Kalau ada yang mau, nanti kami proses lagi sesuai kebutuhan. Mau yang halus untuk industri atau tetap curah, bisa kami sesuaikan. Gudang kami juga terbatas,” ucap Aldi.

Lebih lanjut, Aldi menjelaskan bahwa kompos pada dasarnya mengandung tiga unsur utama yang dibutuhkan pertanian, yakni nitrogen, fosfor, dan kalium. Ketiganya dapat disesuaikan dengan jenis tanaman. “Petani mau tanam apa, itu yang kami sesuaikan. Buah butuh kalium, sayuran nitrogen, tanaman berbatang keras fosfatnya yang ditinggikan. Kompos ini bisa dimodifikasi, bisa di-blending,” jelasnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.